SOLO- Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) akan meminta sebagian dana abadi umat yang ada di Kementerian Agama agar diwakafkan untuk pembangunan grand wakaf Menara Haji Indonesia.
"Saya akan mengirimkan surat langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta dana tersebut diwakafkan, karena sudah diamanahkan oleh Majelis Ulama," ungkap Ketua Umum IPHI Kurdi Mustofa kepada wartawan usai penutupan Rakernas IPHI di Diamon Solo Convention Center, Solo, Jawa Tengah.
Menurut Kurdi Mustofa, dana abadi umat tidak perlu seluruhnya diwakafkan, yang saat ini mencapai Rp2,5 triliun. Tetapi cukup Rp200 miliar saja. "Dana sebanyak Rp200 miliar itu untuk membeli tanah," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, total dana yang dibutuhkan untuk membangunan Grand Wakaf Menara Haji Indonesia mencapai Rp900 miliar. Pemancangan tiang pertama akan dilakukan pada Agustus 2012 mendatang. "Pembangunan ditargetkan selesai pada tahun 2014," jelasnya.
Lokasi Grand Wakaf Menara Haji Indonesia, menurut Kurdi Mustofa, akan diputuskan dalam waktu dekat. "Saat ini memang sudah ada gambaran alternatif yakni di kawasan Gatot Subroto dan kawasan Pondok Indah," ungkapnya.
Sumber dana utama pembangunan Grand Wakaf Menara Haji Indonesia, menurut Ketua IPHI, berasal dari jamaah haji di setiap daerah. Pengumpulannya dikoordinasikan melalui IPHI daerah dan wilayah.
"Kemudian disetorkan ke bank yang telah melakukan kerja sama seperti Bank Syariah Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank BTN Syariah, Bank DKI Syariah dan Bank Mega Syariah," jelasnya.
Kurdi Mustofa menambahkan, Grand Wakaf Menara Haji Indonesia akan menjadi pusat bisnis syariah Indonesia. Selain itu, bisa dimanfaatkan sebagai tempat transit jamah haji dan umroh.
(kem)
sumber :
http://jogja.okezone.com/read/2012/0...un-menara-haji
900 M mendingan buat anak2 yatim, orang2 gak mampu, daripada dijadiin proyek, ntar dikorupsi pula..hadeehhhh
"Saya akan mengirimkan surat langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta dana tersebut diwakafkan, karena sudah diamanahkan oleh Majelis Ulama," ungkap Ketua Umum IPHI Kurdi Mustofa kepada wartawan usai penutupan Rakernas IPHI di Diamon Solo Convention Center, Solo, Jawa Tengah.
Menurut Kurdi Mustofa, dana abadi umat tidak perlu seluruhnya diwakafkan, yang saat ini mencapai Rp2,5 triliun. Tetapi cukup Rp200 miliar saja. "Dana sebanyak Rp200 miliar itu untuk membeli tanah," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, total dana yang dibutuhkan untuk membangunan Grand Wakaf Menara Haji Indonesia mencapai Rp900 miliar. Pemancangan tiang pertama akan dilakukan pada Agustus 2012 mendatang. "Pembangunan ditargetkan selesai pada tahun 2014," jelasnya.
Lokasi Grand Wakaf Menara Haji Indonesia, menurut Kurdi Mustofa, akan diputuskan dalam waktu dekat. "Saat ini memang sudah ada gambaran alternatif yakni di kawasan Gatot Subroto dan kawasan Pondok Indah," ungkapnya.
Sumber dana utama pembangunan Grand Wakaf Menara Haji Indonesia, menurut Ketua IPHI, berasal dari jamaah haji di setiap daerah. Pengumpulannya dikoordinasikan melalui IPHI daerah dan wilayah.
"Kemudian disetorkan ke bank yang telah melakukan kerja sama seperti Bank Syariah Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank BTN Syariah, Bank DKI Syariah dan Bank Mega Syariah," jelasnya.
Kurdi Mustofa menambahkan, Grand Wakaf Menara Haji Indonesia akan menjadi pusat bisnis syariah Indonesia. Selain itu, bisa dimanfaatkan sebagai tempat transit jamah haji dan umroh.
(kem)
sumber :
http://jogja.okezone.com/read/2012/0...un-menara-haji
900 M mendingan buat anak2 yatim, orang2 gak mampu, daripada dijadiin proyek, ntar dikorupsi pula..hadeehhhh
kopiluwak2008 11 Apr, 2012
