Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Hubungan sesama jenis atau homoseksual identik dengan banyak penyakit menular, terutama penyakit menular seksual (PMS). Dengan pertimbangkan itu, bolehkah pasangan gay atau lesbi mendonorkan darah?

Untuk orang yang membutuhkan transfusi darah dengan segera, ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu tipe darah donor harus cocok dengan tipe darah penerima dan darah yang disumbangkan harus bebas penyakit.

Kedua persyaratan itu dimiliki oleh Thomas B, seorang pria asal Hamburg, Jerman. Thomas memiliki darah tipe O- (O negatif), yang berarti bahwa tidak ada antigen di permukaan sel darah merah dan membuat tipe darah ini cocok dengan semua jenis darah lainnya.

Thomas juga sehat dan yang lebih penting Thomas bersedia menyumbangkan darahnya yang termasuk jenis langka (kurang dari 6 persen dari penduduk dunia yang memiliki tipe darah O-) ke Palang Merah Jerman.

Satu-satunya masalah adalah hukum Jerman tidak mengizinkan Thomas untuk mendonorkan darahnya. Thomas sebenarnya berada pada situasi yang rumit. Mengapa?

Di satu sisi, Palang Merah Jerman melaporkan sedang mengalami kekurangan darah (terlepas dari tipe darah O- yang langka) dan berharap lebih banyak orang untuk bersedia membantu mendonorkan darahnya. Di sisi lain, undang-undang Jerman melarang menerima donor darah dari orang homoseksual aktif seperti Thomas.

"Alasan medis untuk tidak menerima orang-orang homoseksual aktif untuk mendonorkan darah berasal dari kekhawatiran bahwa pria homoseksual yang aktif memiliki risiko lebih besar menderita HIV positif," ujar Gregor Bein, anggota Asosiasi Medis Jerman, seperti dilansir dari PsychologyToday, Selasa (17/8/2010).

Dengan kekhawatiran ini, banyak dokter yang percaya bahwa demi kepentingan kesehatan penerima darah, dokter tidak menerima darah dari orang-orang gay atau darah dari orang yang berisiko tinggi untuk HIV lainnya.

Menurut dokter, meskipun semua sumbangan darah secara rutin dites untuk infeksi HIV, tapi tes ini tidak 100 persen akurat untuk HIV. Ini karena orang yang terinfeksi virus HIV hanya dalam beberapa hari tes mungkin tidak menunjukkan HIV positif dalam tes darah standar.

Meski kemungkinannya kecil, tapi menerima darah dari orang yang berisiko tinggi HIV akan meningkatkan jumlah orang yang menderita HIV dari transfusi darah.

Oleh karena itu, tidak menerima darah dari orang yang berisiko tinggi HIV seperti homoseksual aktif adalah rasional.

Menurut Asosiasi Medis Jerman, orang yang memiliki salah satu kriteria berikut tidak boleh menyumbangkan darah:

  1. Pria gay dan biseksual
  2. Pekerja Seks Komersil (PSK)
  3. Orang yang menggunakan narkoba
  4. Narapidana
[detikhealth]

Jumlah kasus rabies atau anjing gila di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika selama tahun 2009 terjadi 139 kasus, hingga bulan Agustus ini saja sudah ada 113 orang yang tewas karena 'ikut gila'.

Salah satu wilayah dengan tingkat penularan cukup tinggi pada tahun ini adalah Bali, yang hingga 9 Agustus 2010 telah mencatat 53 korban tewas. Berikutnya adalah Pulau Nias dengan 23 korban tewas sampai dengan 26 Juli 2010.

Pulau Nias telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa pada bulan Februari yang lalu. Menyusul berikutnya adalah Kepulauan Riau pada April 2010, meski Kementerian Pertanian belum menemukan spesimen positif pada hewan di wilayah tersebut.

Hingga Juli 2010, Kementerian Kesehatan telah menerima laporan kasus dari 24 provinsi dan tengah menunggu dari 4 provinsi. Untuk sementara, tinggal 9 provinsi yang masih dinyatakan bebas rabies.

Menariknya, penyebaran penyakit rabies mulai menjangkiti daerah-daerah yang sebelumnya bebas dari penyakit tersebut. Sebelum tahun 2008, Bali tidak terjangkit sementara Pulau Nias bahkan termasuk daerah yang secara historis bebas dari rabies.

Salah satu dugaannya adalah, rabies masuk ke pulau-pulau kecil tersebut melalui anjing milik nelayan ilegal yang datang dari daerah terjangkit. Nelayan ilegal dari wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan membawa anjing di kapal, karena meyakini binatang tersebut bisa mengenali tanda-tanda bahaya dalam pelayaran misalnya badai.

"Prioritas kita saat ini, minimal bisa mempertahankan wilayah yang bebas rabies agar tidak terjangkit. Antara lain Jawa Timur dan Lombok yang paling dekat dengan Bali," ungkap direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Kemenkes, Dr Rita Kusriastuti, MSc, dalam jumpa pers di Kemenkes, Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Sementara untuk menanggulanginya, Kementerian Kesehatan menggalakkan vaksinasi terhadap anjing di daerah terjangkit. Pembentukan 43 rabies center di Bali telah menjangkau sedikitnya 360 ribu dari seluruh populasi anjing di wilayah tersebut yang diperkirakan mencapai 500 ribu.

Tenaga Kesehatan

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Badan PPSDM Kemenkes, dr Bambang Giatno Rahardjo, MPH mengatakan hingga Agustus 2010, sudah ada 789 tenaga kesehatan yang siap disalurkan ke daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTTPK). Jumlah itu untuk memenuhi kebutuhan 257 puskesmas di 35 kabupaten DTTPK.

Dari jumlah tersebut yang disalurkan melalui jalur pegawai tidak-tetap (PTT) adalah 346 dokter dan dokter gigi dan 140 bidan. Sementara yang disalurkan melalui jalur penugasan khusus berjumlah 303 orang tenaga kesehatan, antara lain perawat, tenaga gizi, sanitarian, analis kesehatan dan tenaga farmasi.[DetikHealth]

Konsumsi daging sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Oleh karena itu tidak hanya diperlukan jaminan halal pada Rumah Potong Hewan (RPH), tetapi juga pengetahuan akan tata cara penyembelihan halal konsumen muslim.

Kebutuhan akan daging segar dan halal makin meningkat di bulan ramadan. Untuk itu maka industri daging terutama RPH harus merancang, menerapkan, dan mengimplemantasikan sistem jaminan halal supaya dapat menghasilkan produk daging yang benar-benar halal secara berkesinambungan.

Tidak hanya Rumah Potong Hewan (RPH), sebenarnya konsumen pun wajib memiliki pengetahuan tentang tata cara penyembelihan secara halal tersebut. Untuk dinyatakan Halal, daging yang akan dikonsumsi manusia harus berasal dari hewan yang disembelih dan diproses dengan memenuhi aturan syariah sepenuhnya. Hewan-hewan yang diharamkan seperti babi, babi hutan (celeng), anjing dan lainnya tidak menjadi halal meskipun disembelih secara halal.

Berikut aturan yang harus diikuti oleh RPH dalam menghasilkan daging halal yang perlu diketahui konsumen muslim:

1. Rumah potong hewan tempat penyembelihan hewan sesuai dengan hukum Islam telah dinyatakan Halal oleh lembaga ataupun otoritas Muslim.
2. Hanya Muslim lelaki yang memahami aturan dan persyaratan penyembelihan dalam Islam yang boleh menyembelih hewan.
3. Penyembelihan dilakukan dengan niat ikhlas lillahi ta'ala.
4. Hanya hewan yang masih hidup yang boleh disembelih.
5. Hewan dalam kondisi sehat dan hal tersebut dikuatkan oleh pihak lokal yang berwenang dalam masalah kesehatan.
6. Kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” harus diucapkan oleh penyembelih sebelum melakukan setiap penyembelihan.
7. Piranti penyembelihan hanya digunakan untuk penyembelihan yang Halal.
8. Pisau harus tajam.
9. Penyembelihan harus dilakukan dengan memotong setengah lingkaran arteri karotis (pembuluh darah besar), tenggorokan, kerongkongan dan pembuluh nadi.
10. Tulang dan gigi hewan apapun tidak boleh digunakan sebagai alat penyembelihan.
11. Pemeriksa Muslim yang bertanggungjawab terhadap pemeriksaan hewan dan proses penyembelihan harus berada di lokasi.
12. Stunning (pemingsanan hewan) sebelum penyembelihan bukanlah hal yang disarankan.

Jadi daging yang halal adalah yang disembelih dengan mengikuti keduabelas aturan diatas atau yang telah memperoleh lebel halal dari MUI.

Semua pasti tahu yang namanya daging kepiting pasti enak rasanya, selain lembut, kepiting kaya akan gizi. Kandungan protein yang terkandung di dalamnya lebih banyak dibanding daging ikan maupun babi.

Misalnya seperti kalsium, zat fosfor (P), zat besi dan vitamin A. Kepiting juga mengandung asam glutamat, asam amino dan zat asam lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Namun, perlu diingat meskipun kepiting banyak memiliki manfaat bagi tubuh, juga memiliki banyak pantangannya, dan kepiting biasanya tidak dapat disatukan begitu saja dengan jenis makanan tertentu.
Ada baiknya kita menghindari dan mengenali jenis makanan yang harus dihindari ketika sedang menyantap kepiting. Mau tahu apa saja ? ini dia jenis makanannya.


1. Buah Kesemak
Setiap tahun saat musim panen kepiting, bersamaan pula musim panen buah kesemak. Walaupun mereka memiliki musim panen yang sama, namun sebenarnya mereka bermusuhan saat dihidangkan dimeja makan.

Daging kepiting banyak mengandung protein, sedangkan buah kesemak mengandung banyak asam tanat (yakni asam yang dapat menghancurkan protein).

Jika keduanya dikonsumsi bersamaan, asam tanat yang terkandung dalam buah kesemak akan membuat protein yang ada dalam daging kepiting beku menggumpal, sehingga sulit untuk dicernakan, dan apabila terlalu lama berada dalam usus akan meragi dan membusuk, sehingga menyebabkan rasa mual, muntah, nyeri perut, diare dan lain sebagainya.

2. Teh
Kebanyakan orang setelah makan kepiting secara kebiasaan akan minum teh, mereka mengira dapat membantu pencernaan. Akan tetapi justru dapat menyebabkan pencernaan terganggu. Minum teh saat makan kepiting akan melumerkan getah lambung.

Bukan saja mempengaruhi pencernaan dan daya serap, namun juga menurunkan fungsi pembasmi kuman dari getah lambung, sehingga bakteri dapat hidup bebas dalam lambung. Selain itu air teh juga mengandung asam tanat yang sama dengan buah kesemak, mengkonsumsinya bersama akan menimbulkan gejala tidak enak pada usus lambung.

3. Buah Pir
Meskipun buah pir adalah obat mujarab untuk mengurangi kekeringan di musim gugur, tetapi sewaktu mengkomsumsi kepiting sebaiknya diberi tenggang waktu. Khususnya bagi penderita limpa lambung lemah dingin harus lebih memperhatikan masalah ini.

Hal ini dikarenakan buah pir adalah makanan yang bersifat dingin, makan bersama dengan kepiting yang bersifat dingin , akan melukai limpa lambung, mengakibatkan pencernaan buruk.

Dengan alasan yang sama, setelah makan kepiting juga tidak cocok segera minum air es, makan es krim atau minuman dingin lainnya, bila tidak, akan menimbulkan diare.

4. Daging Kambing
Daging kambing juga tidak baik jika menjadi pendamping hidangan kepiting. Hal ini dikarenakan daging kambing bersifat panas, sedangkan daging kepiting bersifat dingin.

Apabila dikonsumsi secara bersamaan, tidak saja akan mengurangi fungsi memperkuat dan menghangatkan dari daging kambing, namun juga akan mengganggu limpa lambung.

Dengan alasan yg sama, kepiting juga tidak cocok dikonsumsi dengan ikan gabus yang berfungsi memperkuat dan menghangatkan.


Makanan memang jadi kebutuhan penting setiap orang. Namun, tidak semua orang memperhatikan jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi setiap hari. Ada beberapa jenis makanan yang wajib di konsumsi agar tubuh tetap terjaga kesehatannya. Simak info lengkapnya di sini!

Makan, ternyata tidak selalu urusan perut kenyang tapi juga apakah makanan yang kita makan memberikan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh kita atau tidak. Kalau hanya asal memilih makanan yang membuat kenyang namun tidak membawa manfat, bis ajadi sistem kekebalan tubuh dan juga pencernaan bisa terganggu.

Agar makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa diserap secara optimal, ada baiknya memilih makanan yang benar-benar tepat dan dibutuhkan. Berikut ini adalah lima jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari:

1. Bayam
Sayuran hijau ini merupakan salah satu makanan sehat. Bayam mengandung banyak nutrisi, salah satunya asam folat dan juga omega3 nabati. Kedua jenis nutrisi ini dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung, stroke, osteoporosis, dan meningkatkan gairah seksual. Bayam juga mengandung lutein, senyawa yang mengatasi degenerasi. Apabila Anda tidak terlalu suka dengan bayam, Anda bisa menggantinya dengan bok coy.

2. Kacang Hitam
Semua jenis kacang-kacangan sangat bagus untuk pembentukan otot dan juga baik untuk jantung, tapi tidak ada yang mampu menstimulus kekuatan otak sebaik kacang hitam. Hal ini dikarenakan kandungan anthocyanins, antioksidan yang mampu meningkatkan kemampuan fungsi otak. Setengah cangkir kacang hitam settiap hari telah menyumbangkan sebanyak 8 gr protein dan 7,5 gr serat. Dan kacang hitam ini rendah kalori dan bebas lemak jenuh.

3. Walnut
Walnut memiliki asam lemak omega3 yang lebih banyak dibandingkan dengan salmon. Selain itu, kandungan polifenol anti-inflamasinya lebih tinggi dibandingkan dengan red wine. Walnut bisa dikonsumsi dengan cara mengkombinasikannya dengan salad, ataupun sebagai taburan pada ikan atau ayam yang sudah di grilled.

4. Oat
Oat merupakan makanan yang mengandung serat tinggi. Mampu menurunkan kandungan kolesterol dalam tubuh dan menurunkan resiko terkena penyakit jantung. Selain itu, gandum juga dapat mengenyangkan sehingga dapat menggantikan nasi sebagai sumber karbohidrat.

5. Yoghurt
Yogurt memiliki kombinasi yang ideal berupa protein dan karbohidrat untuk pemulihan latihan dan pertumbuhan otot. Tidak semua yogurt adalah probiotik, jadi pastikan label mengatakan "budaya hidup dan aktif." Bakteri aktif dalam yoghurt ini bisa memberikan perlindungan pada tubuh agar tidak terkena penyakit kanker.[detikhealth]

Mengkonsumsi cemilan menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Diwaktu senggang atau tengah menonton film di bioskop. tapi tahukah Anda ada beberapa jenis makanan yang akrab dengan keseharian kita, ternyata menjadi penyebab mengapa perut kita menjadi melar. Membuncitnya perut kerapkali hanya bersifat sementara, akibat rasa kembung setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Lebih parah jika kandungan pada makanan tersebut bisa mengakibatkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Berikut adalah tiga jenis makanan yang menurut Kathy McManus, RD, direktur departemen nutrisi di Brigham and Women’s Hospital di Boston, bisa menyebabkan perut kita buncit:

1. Popcorn
Cemilan yang berbahan dasar jagung ini sebenarnya cukup sehat, karena kadar seratnya tinggi dan rendah kalori. Menjadi tidak sehat karena dalam makanan ini ada tambahan lemak jenuh seperti mentega atau garam. Kadar garam yang tinggi pada popcorn bisa membuat perut kembung akibat retensi air. Dalam jangka panjang, paduan garam dan lemak bisa meningkatkan kolesterol, yang kelak menimbulkan risiko penyakit jantung (seperti serangan jantung atau stroke).

2. Kecap
Satu sendok makan kecap rata-rata mengandung 1.000 mg sodium. Artinya, kandungan garam pada kecap terbilang cukup tinggi. Nah, sama seperti popcorn, kadar garam yang tinggi bisa mengakibatkan penyimpanan air yang menyebabkan perut kembung.

Meskipun demikian, para peneliti mengatakan bahwa ketika Anda menggantikan garam dengan kecap untuk membumbui masakan, Anda bisa mengurangi kandungan sodiumnya secara total hingga 50 persen. Menurut teori para peneliti tersebut, cita rasa dan aroma kecap yang semakin kompleks mampu menciptakan sensasi rasa asin. Dengan demikian, Anda tetap dapat menikmati hidangan tanpa terlalu banyak tambahan garam.

3. Buah-buahan kering
Buah-buahan kering yang kerap ditambahkan pada oatmeal memang tinggi kadar seratnya, namun kadar gulanya juga cukup tinggi. Kandungan kalori dan gulanya bahkan lebih banyak daripada buah segar. Hal ini disebabkan rasa asam pada buah seperti cranberry, blueberry, atau strawberry, sehingga gula ditambahkan untuk mengalahkan rasa asam tersebut.

Penyebab lain mengapa buah kering mengandung kalori lebih tinggi adalah karena proses dehidrasi yang memindahkan banyak kandungan air yang ada pada buah tersebut. Kandungan air itu yang menyebabkan buah segar berukuran lebih besar daripada buah kering. Jadi, ketika buah dikeringkan, Anda butuh potongan lebih banyak untuk mencukupi porsi yang dibutuhkan.

Contohnya saja, sebutir anggur dan sebutir kismis memiliki 7 kalori. Namun secangkir anggur hanya mengandung sekitar 60 kalori, sedangkan secangkir kismis mengandung 400 kalori! Hal ini tidak terjadi karena perusahaan kismis menambahkan gula, tetapi karena tanpa air, kismis jadi mengerut dan menyisakan banyak ruang pada cangkir yang Anda gunakan.

Semakin banyak kismis yang termuat dalam satu cangkir, membuat secangkir kismis menyediakan lebih banyak gula dan kalori daripada secangkir anggur. Namun, intinya, selama Anda tidak makan berlebihan dan selalu mengingat apa yang membuat makanan tersebut tidak sehat, Anda tentu akan terhindar dari ancaman kesehatan yang mengikutinya.[liputan6]

Kebiasaan meminjamkan gunting kuku atau pisau cukur bisa berarti bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan karena rawannya penularan hepatitis B,C dan D. Mulailah punya barang-barang pribadi sendiri dan jangan saling meminjam.

Hepatitis atau kadang-kadang disebut dengan penyakit kuning merupakan peradangan hati (liver) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, penyakit ini gampang menular jika seseorang meminjamkan barang-barang pribadinya.

Gunting kuku misalnya, ketika terluka saat menggunting kuku atau yang meminjam terluka maka akan terjadi perpindahan darah yang terinfeksi. Jika salah satu punya bakat hepatitis bukan tak mungkin menularkan ke lainnya.

Ada lima tipe hepatitis yang umum, yakni A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga relatif tidak berbahaya.

Sedangkan hepatitis B, C dan D umumnya ditularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya seperti semen (cairan pembawa sperma). Hepatitis tipe ini sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan penyakit hati menahun termasuk sirosis (pengerasan hati), gagal hati, kanker hati dan kamatian.

"Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) maupun Hepatitis C Virus (HCV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, tidak terkecuali Indonesia," ujar Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario's Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Lebih dari 350 juta orang di dunia telah menjadi pengidap kronik HBV dan 180 juta pengidap HCV. Secara perbandingab, dari 12 orang penduduk dunia, ada 1 orang yang menderita hepatitis.

Bahkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Hepadnaviridae atau Hepatitis B Virus (HBV). HBV dapat menyerang hati dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis (terbentuk jaringan parut pada hati) jika infeksi HBV terjadi dalam waktu lama (kronis).

Sedangkan hepatitis C adalah penyakit hati akibat infeksi Hepatitis C Virus (HCV) dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C. Dan menurut Dr Unggul, di Indonesia belum ditemukan kasus infeksi hepatitis D.

Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva. Penularan ini dapat terjadi melalui:

  1. Hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau C
  2. Kontak dengan darah dari penderita hepatitis B atau C misalnya jarum suntik (pecandu narkoba), alat pencukur, sikat gigi, pakaian yang terkena darah, alat akupuntur, alat manikur dan gunting kuku, alat tato atau body piercing (tindik) yang tidak steril, bahkan pada saat berkelahi (jika terdapat luka terbuka pada kedua pihak).

Tapi tidak perlu khawatir, hepatitis B dan C tidak ditularkan melalui bersin, batuk, pelukan, atau pegangan tangan.

Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C, yaitu:

  1. Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lainnya, tato, akupuntur maupun elektrodialisis.
  2. Hindari penggunaan bersama/bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
  3. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
  4. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ, transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks tidak aman dan lainnya.
[detikhealth]

Setelah minum minuman beralkohol orang akan merasakan mabuk dan tidak sadarkan diri. Sebagian orang bahkan merasakan sakit pasca mabuk. Berikut beberapa mitos yang beredar tentang mabuk dan dampak yang ditimbulkannya.

Dilansir dari WebMD, Senin (19/7/2010), berikut 8 mitos dan fakta seputar mabuk:

1. Mitos: Mabuk bukanlah masalah yang besar

Fakta: Mabuk adalah reaksi tubuh akibat diracuni alkohol terlalu banyak. Orang yang minum alkohol secara berlebihan akan mengalami gangguan sistem saraf pusat. Ini bukanlah hal yang sepele, karena dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual dan dehidrasi. Selain itu, setelah efek alkolol hilang akan timbul sakit kepala berat, kelelahan, mulut baal, perut kram dan sistem kekebalan tubuh melemah.

2. Mitos: Mabuk 'buta' gender

Fakta: Siapa bilang mabuk 'buta' gender? Dengan minuman yang sama, wanita lebih mungkin memberikan dampak negatif alkohol ketimbang pria. Hal ini karena pria memiliki kandungan air yang lebih banyak di tubuhnya ketimbang wanita, yang dapat membantu mengencerkan alkohol yang diminumnya. Sedangkan pada wanita, dalam jumlah yang sama, alkohol lebih banyak terbentuk dalam aliran darah.

3. Mitos: Mabuk hanya terjadi jika minum banyak alkohol

Fakta: Memang benar minum banyak alkohol dapat menyebabkan mabuk, tapi itu juga tergantung pada komposisi tubuh. Pada sebagian orang, hanya minum segelas alkohol saja sudah bisa memicu sakit kepala dan gejala mabuk lainnya.

4. Mitos: Wine (minuman anggur) adalah alkohol yang paling ringan

Fakta: Anggur merah mengandung tanin, yaitu senyawa yang dikenal sebagai pemicu sakit kepala pada beberapa orang. Minuman seperti wiski juga cenderung menyebabkan mabuk yang lebih parah. Wine bahkan lebih keras daripada vodka dan gin.

5. Mitos: Diet koktail merupakan taruhan yang aman

Fakta: Diet minuman mungkin dapat membantu jika Anda ingin mengurangi kalori, tetapi tidak akan membantu untuk menghindari mabuk. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan, jus buah atau cairan yang mengandung gula dapat mengurangi intensitas minum minuman beralkohol.

6. Mitos: Makan sebelum tidur dapat mengurangi efek mabuk

Fakta: Ini merupakan satu dari 2 anggapan yang salah. Pertama, makan sebelum tidur (setelah minum alkohol) tidak akan membantu mengurangi efek mabuk. Kedua, meskipun makanan dapat memperlambat penyerapan alkohol tubuh, tapi makan sebelum tidur justru malah memperburuk keadaan tubuh Anda.

7. Mitos: Alkohol membantu Anda untuk tidur lebih baik

Fakta: Bukannya membantu untuk tidur lebih baik, alkohol malah dapat mengganggu tidur. Pada awalnya, alkohol mungkin dapat membantu orang tertidur lebih cepat, tapi alkohol membuat tubuh tidak bisa mencapai siklus tidur REM (tidur dalam) dan membuat orang bangun lebih cepat karena dampak sakit pasca mabuk.

8. Mitos: Minum kopi dapat membantu mengurangi efek mabuk

Fakta: Kopi dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat membuat mabuk semakin memburuk. Hindari minuman berkafein dan meninum berenergi setelah Anda mabuk. Air putih adalah minuman terbaik untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang, terutama bila Anda mengalami muntah saat mabuk.[detikhealth]

Anda salah satu penggemar Tiramisu Cake?
Atau kerap kali tergoda membayangkan kelezatan Black Forrest ataupun Cheese Cake ? beberapa contoh makanan lezat tersebut, terkandung kadar lemak dan gula yang cukup tinggi. Bila Anda tidak membatasinya, tubuh dapat mengalami kelebihan lemak dan badan Anda potensial untuk menjadi gemuk. Atau…mungkin ketika Anda menyadari hal tersebut, Anda cukup tersiksa karena ingin menikmatinya, namun harus menahannya karena khawatir takut gemuk.

Bila Anda memimpikan tubuh langsing dengan cara yang sehat dan aman, ganti minuman Anda dengan 'Teh Daun Jati Cina' yang berkhasiat membantu mengurangi berat badan maupun melarutkan lemak dalam tubuh.
Konon, ramuan asli keraton Surakarta ini merupakan rahasia para puteri keraton untuk mendapatkan tubuh nan langsing dan sehat.

Siapa sih yang tidak ingin punya tubuh langsing, sehat dan menawan ?
Bentuk tubuh ideal tersebut dapat menunjang penampilan serta meningkatkan daya tarik pesona yang memilikinya. Selain dapat menambah rasa percaya diri, juga dapat mengurangi efek gangguan pada kesehatan, terutama yang disebabkan karena obesitas. Oleh karena itu, banyak orang melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan tubuh langsing nan ideal tersebut. Mulai dari menjalankan diet ketat, sampai menghindari makanan yang kita sukai hanya karena khawatir takut gemuk.

Namun, kita perlu waspada, cara diet yang salah justru dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Tubuh kita memerlukan energi untuk menunjang aktivitas yang kita lakukan. Energi tersebut diperoleh dari makanan yang kita konsumsi. Untuk mendapatkan berat badan yang sehat, kita perlu mempertimbangkan keseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi.
Apabila terjadi kelebihan energi, dengan kata lain aktivitas tidak seimbang dengan banyaknya makan yang dikonsumsi, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai jaringan lemak. Penumpukan jaringan lemak pada tubuh inilah yang tampak sebagai kegemukan dan dapat menimpa siapa saja.

Salah satu keluhan yang sering dialami pria selain obesitas berlebih adalah perut yang membuncit. Tak hanya bisa dialami pria gemuk, keluhan ini juga dapat terjadi pada pria berpostur kurus, terutama yang memiliki hobi makan serta ngemil. Biasanya kasus semacam ini terjadi saat pria memasuki usia produktif dengan intensitas pekerjaan yang menyita waktu.

"Umumnya, perut buncit itu terjadi karena pola makan tidak teratur. Inilah yang sering dialami pria pekerja yang hobi makan, terutama saat stres, namun tidak diimbangi dengan olahraga teratur", kata Susana, STP, MSc, PD.Eng, Head of Nutrifood Research Center Division yang ditemui VIVAnews baru-baru ini di Jakarta.

Susana juga mengungkapkan kalau kebiasaan pria Indonesia yang mengonsumsi karbohidrat, seperti nasi terlalu berlebihan saat makan merupakan salah satu pemicu timbulnya perut buncit. "Takaran nasi yang sangat banyak dengan lauk sedikit akhirnya akan memicu perut buncit karena asupan karbohidrat yang di luar kapasitas. Nantinya ini akan jadi lemak karbohidrat", ujar Susana lagi.

Selain harus menghindari konsumsi karbohidrat berlebih, pria dengan masalah perut buncit juga disarankan untuk menghindari makanan digoreng. "Saya kira memilih makanan dipanggang, dibakar dan dikukus lebih baik daripada makanan yang melalui proses penggorengan. Karena, dalam minyak terkandung banyak lemak yang akan menumpuk dalam tubuh", kata Susana.

Susana menambahkan, untuk menghindari penyakit kanker dari makanan dibakar, sebaiknya sebelum diproses pembakaran, setidaknya daging atau makanan lain direbus terlebih dulu. Sebab, daging yang akan dibakar jadi lebih cepat matang dan tidak terlalu gosong.

Ketika disinggung soal hobi ngemil yang kerap dilakukan pria perkotaan saat sedang stres, menurut Susana, itu hal yang wajar dan tidak dilarang. "Asal ngemilnya harus sehat dan tidak asal ngemil. Ngemil sehat antara lain, mengemil sereal atau potongan buah", ujarnya.

Dengan tips yang diberikannya, Susana juga mengungkapkan kalau porsi makan sehat juga harus diimbangi dengan pola olahraga teratur. "Setidaknya bila pola makan sudah dijaga, olahraga seperti kardio atau lari harus rutin juga dilakukan 30 menit sehari minimal agar perut buncit bisa kembali rata", kata Susana lagi.[Vivanews]


Masalah pada mulut seringkali menimbulkan rasa kurang nyaman pada penderitanya. Tak hanya karena bisa menimbulkan rasa malu karena kurang nyaman dipandang, bila ada lubang atau noda pada gigi, juga karena masalah pada gigi dan mulut bisa menimbulkan bau tak sedap.

Pepsodent, produsen pasta gigi kenamaan dalam negeri baru-baru ini menggelar konferensi pers dan mengutarakan 8 masalah utama yang sering dihadapi oleh para dokter gigi saat harus merawat gigi pasiennya. Delapan masalah tersebut antara lain; gigi berlubang, noda pada gigi, email gigi yang lemah, napas tidak segar, pembengkakkan gusi, penumpukan plak, penumpukkan tartar, dan permasalahan bakteri.

Supaya tak dilanda masalah tersebut, memang paling benar untuk merawat gigi sejak awal sebelum timbulnya masalah. Berikut tips dari drg Armasastra Bahar, PhD untuk mencegah permasalahan gigi dan mulut;
* Bersihkan seluruh permukaan gigi 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur.
* Konsumsi maknaan bergizi seimbang, terutama kalsium dan mineral.
* Gunakan pasta gigi yang mengandung sodium fluoride dan zinc citrate.

Sementara Pepsodent, yang pada kesempatan tersebut meluncurkan Pepsodent Complete 8 memberikan tips menanggulangi 8 masalah utama pada gigi dan mulut;

* Gigi berlubang: menggosok gigi secara teratur 2 kali sehari selama 2 menit dengan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mengurangi kerusakan gigi. Menghindari makanan yang mengandung gula di antara jam makan, dan kunjungi dokter gigi secara teratur.

* Noda pada gigi: selalu berkumur air putih setelah mengkonsumsi teh atau kopi.

* Email gigi lemah: hindari makanan yang mengandung asam dan langsung membersihkan gigi setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung asam.

* Napas tidak segar: selalu menjaga kebersihan dan kesegaran mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, serta selalu membersihkan lidah dari sisa makanan.

* Pembengkakan gusi: Hindari menggosok gigi terlalu kuat, karena akan melukai gusi atau memaksa sela-sela gusi terbuka dan memberi celah untuk makanan masuk ke dalamnya dan membuat gusi meradang.

* Penumpukan plak: selalu pastikan Anda menggosok gigi setelah makan agar bakteri tidak berkembang biak dan mengakibatkan plak.

* Penumpukan tartar: Sekali terbentuk, tartar tak bisa dihilangkan dengan sikat gigi. Namun pertumbuhannya bisa diperlambat dengan pasta gigi yang berformula anti tartar.

* Permasalahan bakteri: Menggosok gigi dengan teratur adalah kunci utama mencegah permasalahan bakteri, pastikan Anda melakukannya secukupnya setiap hari.[Kompas]

Makanan sehat merupakan asupan penting bagi tubuh. Mengkonsumsi buah-buahan sangat diperlukan demi menjaga keseimbangan badan. Misalnya buah Alpukat merupakan salah satu buah kaya manfaat. Buah yang mengandung lemak sehat ini bisa membantu menjaga kesehatan mata, melawan kanker, serta meningkatkan penyerapan nutrisi. Bagaimana Alpukat memperbaiki kesehatan? Berikut uraiannya untuk Anda.

Tingkatkan kesehatan mata
Cobalah melindungi kesehatan mata dengan mengonsumsi beberapa potong Alpukat saat makan siang atau makan malam. Alpukat kaya akan lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang ditemukan dalam retina. Kedua antioksidan ini berfungi menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan mata terkait penuaan, seperti katarak dan macular degeneration.

Cegah kanker
Sebuah studi menemukan, ekstrak Alpukat bisa membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel-sel prakanker yang memicu kanker mulut. Ekstrak ini juga diyakini mempunyai efek yang sama terhadap tipe kanker lainnya. Manfaat ini, menurut peneliti, disebabkan oleh kandungan folat, vitamin C dan E dalam Alpukat.

Kuatkan penyerapan nutrisi
Sebuah studi dari The Ohio State University, seperti dikutip situs health.com, menemukan bahwa orang-orang bisa menyerap lycopene (dari tomat) 4,5 kali lebih banyak saat ditambah Alpukat. Lemak baik dari Alpukat, menurut peneliti, membantu menyerap lebih banyak nutrisi.

Sumber lemak sehat
Cobalah mengganti krim berlemak dengan daging Alpukat. Satu ons Alpukat mengandung empat gram lemak tunggal tidak jenuh. Lemak baik ini berfungsi menurunkan kadar kolesterol dan baik untuk jantung. Selain lemak baik, satu ons Alpukat mengandung dua gram serat dan satu gram protein. Kandungan ini membuat Alpukat sangat cocok sebagai pengganti sumber lemak lain yang tidak sehat. [MediaSehat Indonesia]

Saat ini jumlah perokok wanita di Indonesia semakin bertambah. Tanpa disadari mereka sebenarnya telah menjadi calon korban potensial pemasaran produsen rokok.

"Laki-laki lebih menggambarkan dunia rokok masa lalu daripada hari esok, sedangkan perempuan dan gadis remaja adalah tujuan sasaran dari pasar rokok di hari esok. Dan situasi inilah yang dimanfaatkan oleh produsen rokok," kata konsultan kesehatan, Dr Widyastuti Soerojo saat diskusi hari tanpa tembakau sedunia 2010 di Gedung Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (23/6/2001).

Kemampuan industrial rokok dalam memasarkan produk, menurutnya sangat berhasil. Apalagi dengan menyamakan jenis produk mereka dengan gaya hidup kebanyakan kaum hawa.

"Tagline yang dipakai seperti slim, mild dan lainya tanpa disadari sebagai alat menjual citra fantasi kebebasan, glamor dan feminisme. Akibatnya calon perokok mengidentifikasikan dirinya dengan citra yang diproyeksikan dengan membeli merek yang mengadopsi atribut itu," jelasnya.

Membeli produk hanya karena mengadopsi apa yang ditampilkan si produsen rokok, menurut wanita berkacamata ini hanyalah menunjukkan seseorang tersebut tidak percaya diri. Karena dalam sebuah iklan rokok yang dijual sebenarnya adalah sebuah fantasi.

"Produk ini (rokok) hanya sebatas suatu produk yang tidak dapat diperoleh secara sendiri," lanjut dia.

Dia juga menyayangkan ketika kesetaraan gender saat ini diartikan harus sama dalam segala tahapan. Merokok bukanlah termasuk di dalamnya.

"Kesetaraan gender artinya memiliki peran lebih di masyarakat, namun ketika kegiatan merokok pria itu dikaitkan dengan wanita dan itu dijadikan ukuran kesetaraan gender, yang terjadi adalah side efek dari kesetaraan gender itu. Dengan wanita sudah bekerja dan berpenghasilan dia berhak melakukan apa saja dan itulah situasi yang dimanfaatkan produsen rokok," papar dia.

Dia berharap ke depan ada undang-undang yang membatasi pemasaran terhadap produk tembakau. Kalau pun itu sulit, dia ingin dalam kemasan rokok tidak hanya tercantum peringatan bahaya rokok saja, tapi disertai ilustrasi gambar.

"Beberapa rokok Indonesia yang dipasarkan ke luar itu selain peringatan bahaya, ada juga gambar yang menunjukan betapa bahayanya rokok, dan saya rasa itu juga harus dilakukan untuk kemasan rokok yang dipasarkan di Indonesia," harapnya.

Dia pun memberikan pepatah yang bisa dijadikan bahan perenungan buat para perokok atau calon perokok agar dapat memilih mana yang terbaik untuk hidup dan kesehatannya. "Loser says, it may be possible, but it's too difficult or winner says, it may be difficult, but it's possible (pecundang mengatakan, itu mungkin tapi sangat sulit atau yang pemenang mengatakan itu sulit tapi masih mungkin dilakukan)," tutupnya.

Mendengarkan musik dari pemutar MP3 bisa membahayakan sensitivitas pendengaran, menurut laporan dalam Archives of Otolaryngology-Head & Neck Surgery edisi Juni 2010, sebagaimana dikutip ScienceDaily 22 Juni 2010.

Menurut peneliti studi ini, Hannah Kempler, MS, dari Universitas Gent, Belgia, bahwa paparan kebisingan yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. Semakin meningkatnya popularitas dan ketersediaan pemutar musik portabel telah menimbulkan keprihatinan mengenai dampak berbahaya bagi pendengaran. "Paparan kebisingan yang berlebihan dapat berdampak pada metabolisme dan/atau efek-efek mekanis yang mengakibatkan perubahan unsur-unsur struktural organ Corti [organ telinga bagian dalam mamalia yang berisi sel-sel indera pendengaran atau 'sel rambut'). Kerusakan utama terkonsentrasi pada sel-sel rambut luar.

Hannah Kempler dan rekannya mempelajari 21 peserta yang mendengarkan musik pop-rock di enam sesi yang berbeda, menggunakan dua jenis headphone yang terhubung ke pemutar MP3. Studi ini mencakup dua kelompok, pertama kelompok yang terdiri dari sepuluh pria dan 11 wanita (usia 19-28) yang terpapar kebisingan musik pop-rock selama satu jam. Kelompok kedua adalah kelompok kontrol, terdiri dari 14 pria dan 14 wanita, juga berusia 19-28 tahun.

Semua peserta dalam kelompok paparan kebisingan mendengarkan pemutar MP3 selama maksimal enam sesi di berbagai tingkat volume, menggunakan dua jenis headphone terpisah. Tes ini dirancang untuk mempelajari efek jangka pendek pada sistem pendengaran kalangan anak muda yang mendengarkan pemutar MP3 selama satu jam. Pendengaran pada kedua kelompok itu dievaluasi sebelum dan setelah satu jam.

Para peneliti menemukan perubahan yang signifikan antara sebelum terpapar kebisingan dan setelah terpapar kebisingan dengan menggunakan seperangkat kriteria. Para peneliti studi ini menyimpulkan bahwa mengingat terjadi penurunan pada sensitivitas pendengaran setelah mendengarkan pemutar MP3 portabel, perangkat ini bisa membahayakan.

[tempointeraktif]

Sebagian pria mungkin khawatir tentang frekuensi masturbasi yang terlampau sering dapat mengakibatkan infertilisasi alias kemandulan. Jangan khawatir, masturbasi tak bikin pria mandul, cuma memang ada beberapa gerakan berbahaya yang bisa memicu ejakulasi lambat (terbelakang).

Memang ada beberapa mitos yang menyatakan masturbasi bisa menyebabkan kemandulan karena adanya penurunan jumlah sperma. Tapi pada kenyataannya, masturbasi tidak dapat menyebabkan kemandulan.

Masturbasi hanya menurunkan jumlah sperma dalam jangka pendek, biasanya kurang dari 24 jam. Di hari berikutnya, jumlah sperma akan kembali normal. Kehamilan dapat terjadi setelah penetrasi, bahkan pada pria yang sering masturbasi.

"Sering masturbasi tidak mengurangi sperma dan juga tidak mempengaruhi kemampuan untuk mencapai ereksi," ujar Dr Erik Castle, konsultan Departemen Urologi di Tulane University, New Orleans, seperti dilansir dari MayoClinic, Selasa (22/6/2010).

Menurut Dr Castle, yang justru membuat pria mandul adalah kalau tidak mengalami orgasme (ejakulasi) selama beberapa hari atau lebih. Hal ini karena dapat mengurangi jumlah sperma dengan bentuk normal (morfologi) dan kemampuan untuk bergerak (motilitas).

Morfologi normal dan motilitas mempengaruhi kemampuan untuk mencapai dan membuahi telur pada wanita. Itulah sebabnya, beberapa kali berhubungan seksual dalam seminggu akan memaksimalkan kesempatan untuk hamil, walaupun pria tersebut sering masturbasi.

Meski masturbasi tidak menimbulkan dampak negatif, tapi para ahli memperingatkan bahwa beberapa bentuk masturbasi bisa berbahaya.

Gerakan yang menggosok sangat cepat atau dengan tekanan berat dan gesekan, dapat memperbesar risiko ejakulasi terbelakang (retarded ejaculation), yaitu jenis disfungsi seksual yang tidak dapat merasakan klimaks atau orgasme, bahkan melalui hubungan seks dengan pasangan sekalipun.

Walaupun masturbasi tidak bisa mempengaruhi jumlah sperma, tapi ada beberapa faktor lain yang bisa menurunkan jumlah sperma seperti dilansir dari Ehow, yaitu:

1. Stres
2. Merokok
3. Obat-obatan terlarang (narkoba)
4. Kurang gizi (malnutrisi)
5. Obesitas
6. Cedera karena sering naik sepeda
7. Mengenakan pakaian dalam atau pakaian renang yang terlalu ketat.[DetikHealth]

Sebuah studi selama 13 tahun dari Belanda telah menemukan bahwa dengan meminum beberapa cangkir teh atau kopi sehari dapat melindungi Anda terhadap penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan terhadap 40.000 orang ditemukan bahwa mereka yang minum lebih dari enam cangkir teh sehari menunjukkan terjadinya pengurangan resiko penyakit jantung. Ini menambah bukti yang menunjukkan akan manfaat kesehatan dari minuman panas yang paling populer.

Mengkonsumsi antara dua sampai empat cankir kopi perhari juga dikaitkan dengan penurunan risiko terkena serangan jantung. Sementara efek perlindungan berhenti dengan lebih dari empat cangkir kopi sehari, bahkan mereka yang minum sebanyak ini cenderung mencegah penyakit jantung termasuk stroke dan kanker, dibanding mereka yang tidak pernah minum kopi maupun teh sama sekali.

Kopi memiliki sifat untuk berpotensi meningkatkan kolesterol, namun juga memerangi kerusakan inflamasi yang terkait dengan penyakit jantung. Ada laporan yang bertentangan mengenai apakah susu secara substansial mempengaruhi polifenol diyakini sebagai zat yang paling bermanfaat dalam teh. Sebuah laporan lain dari jurnal Yayasan Jantung Amerika menemukan bahwa orang yang meminum dua sampai empat cangkir kopi ataupun teh dapat menurunkan 20 % resiko penyakit yang dapat menyerang tubuh.

"Pada dasarnya ini merupakan berita baik bagi mereka yang senang minum teh dan kopi. Minuman ini muncul untuk menawarkan manfaat bagi jantung tanpa meningkatkan resiko kematian dari penyakit lain," kata Profesor Yvonne van der Schouw, kepala peneliti.

Ellen Mason, Perawat Senior di Yayasan jantung Inggris, mengatakan, "Studi ini menambahkan bukti yang cukup banyak bahwa minum teh dan kopi pada kenyataanya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, bahkan dapat menurunkan risiko terkena atau meninggal karena penyakit jantung.

Perlu diingat bahwa sebuah gaya hidup yang sehat secara keseluruhan adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung Anda dalam kondisi puncak. Menghisap rokok sambil meninum kopi sama sekali tidak bermanfaat, sementara banyak minum teh di depan televisi selama berjam-jam tanpa berolahraga tidak mungkin dapat melindungi jantung sama sekali, demikian penelitian tersebut menyarankan.[Liputan6]

Meski sosialisasi mengenai HIV/AIDS telah gencar dilakukan di berbagai negara oleh berbagai pihak, jumlah penderitanya tetap mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Informasi mengenai penyakit ini sangat mudah didapat, namun sepertinya penyebaran penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini masih sulit dibendung.

Di dalam rongga mulut terdapat berjuta mikroorganisme yang merupakan flora normal mulut. HIV yang menyerang sistem imun tubuh membuat para penderita rentan terhadap infeksi oportunistik karena bakteri, jamur dan virus menjadi patogen. Akibatnya, masalah gigi dan mulut seperti gusi berdarah, lesi herpes, dan infeksi jamur dan kandida seringkali ditemukan pada penderita HIV/AIDS, bahkan menjadi tanda awal infeksi HIV.

Disinilah dokter gigi berperan dalam mendeteksi HIV/AIDS, boleh jadi sebelum si pasien menyadari bahwa ia terinfeksi, sebab 90% penderita HIV/AIDS mengalami setidaknya satu masalah gigi dan mulut. Di samping itu dokter gigi juga ditantang untuk tetap memberikan perawatan gigi dan mulut yang dibutuhkan pasien, sembari mencegah penularan penyakit ke pasien lain maupun ke dokter gigi itu sendiri.

Banyak orang yang khawatir bahwa HIV dapat ditransmisikan selama perawatan gigi, meski resiko penularan melalui saliva (liur) sangat kecil. Kekhawatiran ini tidak luput dirasakan oleh dokter gigi karena banyaknya tindakan perawatan gigi yang beresiko untuk penularan melalui darah. Namun sejatinya penyedia jasa kesehatan tak terkecuali dokter gigi tidak boleh menolak pasien dengan HIV yang membutuhkan perawatan.

Tindakan pencegahan yang sifatnya universal harus diterapkan untuk mencegah penyebaran penyakit tidak saja HIV/AIDS tapi juga penyakit infeksius lain. Dokter gigi dan perawat gigi harus mengenakan sarung tangan medis, masker, pelindung mata selama merawat pasien. Selain itu seluruh dental instrument yang digunakan disterilisasi setelah merawat setiap pasien, dan barang yang tidak dapat disterilisasi harus sekali pakai dan dibuang di kontainer khusus. Oleh karena itulah pemilahan sampah medis dan non medis sangat penting dilakukan, dan sampah medis harus ditangani dengan benar sesuai peraturan yang mengatur limbah B3.

Kenali Manifestasi HIV/AIDS di rongga mulut
Infeksi jamur kandida (candidiasis) adalah salah satu tanda yang paling awal dan paling umum ditemukan pada penderita HIV/AIDS, pada suatu penelitian 88% penderita HIV/AIDS mengalami kandidiasis oral. Secara klinis tampak sebagai bercak putih atau kombinasi bercak putih dan kemerahan yang dapat terjadi di bagian manapun di rongga mulut. Terkadang bercak ini mudah berdarah dan terdapat daerah kemerahan di bawah bercak putih, disertai rasa sakit dan rasa seperti terbakar.

Penderita HIV/AIDS umumnya mengalami kondisi mulut kering (dry mouth/xerostomia) karena obat-obatan yang dikonsumsi maupun karena penyakitnya itu sendiri. Dikombinasi dengan penurunan sistem imun, mulut yang kering membuat penderita lebih mudah untuk mengalami karies dan penyakit periodontal.

Penyakit periodontal sebetulnya dapat terjadi pada siapa saja,namun khusus pada pasien dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, memiliki tampilan yang khas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, pada gusi kondisi ini dahulu disebut HIV-gingivitis dan kini disebut linear gingival erythema (LGE), terlihat sebagai lesi merah seperti pita di daerah gusi. LGE dapat terasa sakit dan mudah berdarah, dan dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang khas yaitu necrotizing ulcerative periodontitis (NUP) yang dahulu disebut HIV-periodontitis, di mana tulang dan jaringan lunak mengalami kerusakan yang sangat cepat dan progresif. Umumnya berujung dengan kehilangan gigi, dan seringkali disertai rasa sakit yang berat dan mudah berdarah.

Kondisi imun yang melemah juga membuka kesempatan yang lebih lebar bagi infeksi virus, yang paling umum adalah virus herpes dan human Papillomavirus (HPV)biasanya menyerang bibir dan sisi lidah. Selain itu juga dapat terjadi lesi oral yang mengarah kepada keganasan, yang paling sering adalah Kaposi’s sarcoma meski kejadiannya semakin menurun setelah adanya terapi antiretroviral.[JakartaPress.com/Oleh : drg. Martha Mozartha]

TAHUKAH Anda, sejumlah penyakit menular seksual ternyata dapat terdeteksi di wajah, baik pada lelaki maupun perempuan. Simak penyakit menular seksual apa saja yang dapat diungkapkan wajah, dan bagaimana cara mendeteksinya.

Sipilis
Penderita sipilis dapat dideteksi dari luka terbuka yang lebar di bibir dan mulutnya. Sipilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum dan disebarkan melalui kontak seksual langsung (termasuk oral) dengan individu yang terinfeksi lesi (luka) sipilis menular tersebut.

Luka biasanya muncul sekitar tiga sampai enam minggu setelah hubungan seks, di area terjadinya kontak seksual tersebut--biasanya alat kelamin--setelah fase yang disebut dengan sipilis primer. Gejala sipilis sekunder muncul sekitar empat sampai 10 minggu setelah munculnya lesi primer, jika infeksi dibiarkan tanpa diobati. Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan menggunakan antibiotik.

Sipilis primer dan sipilis sekunder dapat muncul di wajah, biasanya karena melakukan hubungan seks oral dengan seseorang yang terinfeksi lesi genital. Sipilis primer di wajah biasanya muncul di bibir sebagai luka besar yang terbuka. Luka juga mungkin timbul di lidah atau bagian dalam
mulut.

Sementara itu, sipilis sekunder dapat memiliki berbagai gejala. Benjolan yang terlihat di dan sekitar mulut, ruam kemerahan yang muncul di sekujur tubuh, atau gugurnya rambut yang tidak normal (alopecia), merupakan sejumlah gejalanya. Gejala sekunder ini dapat ditimbulkan akibat infeksi hubungan seks genital, bukan hanya oral.

Herpes genital
Penyakit ini dapat dideteksi dari luka dingin di sekitar mulut. Herpes genital disebabkan dua jenis virus herpes, yakni HSV-1 dan HSV-2 (jangan, keliru membedakannya dengan human papillomavirus, atau HPV, yang menyebabkan kutil pada kelamin).

Seperti dikutip situs askmen.com, sebanyak 45 juta orang Amerika berusia 12 tahun atau lebih tua menderita herpes genital, dan sebanyak 80-90 persen di antaranya gagal mengenali gejala-gejala atau tidak memperlihatkan gejala-gejalanya sama sekali.

Herpes dapat menyebar melalui hubungan seksual, baik secara langsung (termasuk oral) dan melalui air liur (berciuman) dengan individu yang terinfeksi. Virus ini bisa menyebar bahkan ketika tidak ada gejala yang terlihat, meskipun penularan lebih mungkin terjadi bila ada gejalanya.

HSV-1 biasanya menyebabkan luka di mulut, tetapi bisa juga menyebabkan herpes genital. Ini berarti, seseorang dapat tertular herpes genital dari seks oral yang diberikan seseorang dengan luka dingin di mulutnya (meskipun tidak umum terjadi). Sementara itu, HSV-2 hanya menyebabkan
herpes genital.

Saat ini, tidak ada obat untuk herpes genital atau pun oral. Kedua kondisi itu lebih rentan muncul atau kambuh selama masa stres atau ketika sistem kekebalan tubuh terganggu. Pengobatan hanya bisa digunakan untuk mengontrol gejalanya.

Chlamydia
Chlamydia dapat terlihat di mata ('pink eye') dan berisiko menyebabkan kebutaan. Chlamydia adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan ditularkan lewat semua bentuk seks, termasuk oral. Sebanyak 2,3 juta orang Amerika diperkirakan terinfeksi Chlamydia.

Chlamydia lebih umum diderita oleh perempuan, dengan estimasi 70-80 persen penderitanya adalah kaum hawa. Akan tetapi, gejala penyakit menular seksual ini sering tidak disadari, sehingga Chlamydia diberi julukan 'silent epidemy'. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan muda.

Pada lelaki, gejalanya juga mungkin tidak terlihat, walaupun mereka cenderung lebih sering menunjukkan gejalanya. Chlamydia dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil, keluarnya cairan dari alat kelamin, nyeri atau radang di testis, dan pendarahan setelah berhubungan intim pada perempuan. Perawatan dapat dilakukan menggunakan antibiotik.

Selain gejala klasik tersebut, Chlamydia juga bisa menginfeksi mata, yang kadang disebut dengan istilah 'pink eye' atau konjungtivitas. Infeksi Chlamydia di mata terutama disebabkan kontak seksual, khususnya dari menyentuh mata setelah menyentuh alat kelamin atau cairan genital individu yang terinfeksi. Bahkan, ejakulasi langsung ke mata dilaporkan dapat menyebabkkan infeksi Chlamydia pada mata. Yang terakhir, meskipun jarang, penularan dari mata ke mata (misalnya melalui maskara pada perempuan) juga telah diamati.[jekethek]

Kulit manusia umumnya berwarna kuning langsat, coklat atau gelap. Tapi satu keluarga di Kentucky memiliki kulit berwarna biru karena kelainan darah yang disebut methemoglobinemia, sehingga mendapat julukan 'Blue People of Kentucky'.

National Institutes of Health melaporkan tidak ada data atau berapa banyak orang yang mengalami methemoglobinemia, tetapi insiden paling terkenal adalah Blue People of Kentucky dan keluarga Lurgan dari Irlandia.

Seperti dilansir dari Ehow, Selasa (15/6/2010), sebenarnya julukan 'Blue People of Kentucky' berasal dari keluarga Fugate yang tinggal di Hazard, Kentucky.

Selama tahun 1800-an, Martin Fugate yang sudah berkulit biru menikah dengan anggota keluarga Smith yang juga membawa gen resesif. Hal ini menyebabkan keluarga Smith menjadi pembawa gen methemoglobinemia dan menurunkan kelainan darah ini pada keturunan-keturunan berikutnya.

Keluarga Fugate dan Smith tinggal di daerah tersebut dan terus menghasilkan anak-anak dan keturunan selanjutnya berkulit biru. Dari dokumentasi terakhir, kasus ini terjadi hingga tahun 1970-an.

'Blue People of Kentucky' pertama kali didiagnosis dengan methemoglobinemia pada tahun 1960 oleh seorang hematologis, Dr Madison Cawein.

Menurut dongeng rakyat, kulit biru yang dialami Fugate terjadi karena penyakit
jantung atau masalah paru-paru. Namun, pemeriksaan Dr Cawein menemukan keturunan Martin Fugate dalam kesehatan yang baik, dan ia mencurigai bentuk methmoglobinemia turunan.

Menurut hasil penelitian Dr Scott dalam Journal of Clinical Investigation, yang meneliti methmoglobinemia Eskimo di Alaska, methmoglobinemia terjadi karena hilangnya enzim dalam sel darah merah.

Ketiadaan enzim penting yang disebut diaphorase ini, memungkinkan komponen sel darah merah terdeoksigenasi (proses pengurangan oksigen terlarut) untuk membangun di dalam tubuh, sehingga memberikan balutan warna biru yang tampak jelas pada permukaan kulit.

Methmoglobinemia dalam kasus Fugates adalah genetik, berasal dari gen resesif kedua orangtua, sehingga menyebabkan kekacauan pada keturunannya. Selain genetik, methmoglobinemia juga dapat disebabkan karena paparan bahan kimia, antibiotik dan anestesi.

Gejala methmoglobinemia dapat berupa kulit biru, sesak nafas, kelelahan, pusing, dan pingsan. Kasus-kasus ekstrim lainnya dapat menyebabkan aritmia jantung, kejang, koma bahkan kematian. Namun, 'Blue People of Kentucky' dapat bertahan hidup lama dan sehat
.

Menurut Dr Cawein, methmoglobenemia dapat diobati dengan metilen biru, yang membuat tubuh mengimbangi kekurangan diaphorase. Obat ini akan dibuang melalui urine, sehingga obat metilen biru diperlukan setiap hari untuk mempertahankan warna kulit normal.[detikhelath]

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) rentan terkena berbagai infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya yang menurun drastis. Setidaknya ada 7 penyakit lain yang menjadi risiko ODHA.

"HIV adalah penyakit yang sistemik sehingga bisa menyerang organ atau sistem apa saja seperti darah, jantung, ginjal, saraf perifer, kepikunan, ortopedi dan lainnya," ujar Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI FACP dalam acara seminar 'How to deal with HIV/AIDS' di aula FKUI, Salemba, Jakarta, Sabtu (12/6/2010).

Prof Samsuridjal menuturkan kemungkinan infeksi yang dialami ODHA di Indonesia adalah tuberkulosis (tb), infeksi jamur, toksoplasmosis, cryptococcosis, infeksi mata CMV dan ko-infeksi virus hepatitis.

"Infeksi oportunistik ini biasanya berhubungan dengan jumlah CD4 di dalam tubuhnya. Jika jumlah CD4 kecil, maka infeksi yang mungkin timbul cenderung lebih berat," ungkap dokter yang juga tergabung dalam kelompok studi khusus AIDS FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Nilai CD4 menunjukkan nilai imunitas/kekebalan/daya tahan tubuh yang diindikasikan oleh sel T dalam darah. Umumnya kategori AIDS jika nilai CD4 di bawah 200 dan dengan angka di bawah itu akan mulai terkena infeksi oportunistik.

Infeksi oportunistik yang mungkin timbul pada seseorang dengan HIV/AIDS, yaitu:

1. Tuberkulosis
Jika nilai CD4 lebih dari 200 sel/mm3 maka gejala yang timbul sama dengan tuberculosis lainnya, tapi jika nilai CD4 kurang dari 200 sel/mm3 maka gambaran klinis dan radiologinya tidak khas. Pengobatannya pun dengan ARV serta terapi TB yang disesuaikan dengan jumlah CD4nya.

2. Meningitis kriptokokus

Kondisi ini biasanya ditandai dengan sakit kepala, kesadaran menurun, nilai CD4 kurang dari 100 sel/mm3 serta hasil pemeriksan menunjukkan antigen keriptokokus positif. Terapi yang diberikan adalah amfoterisin B, flukonazol dosis tinggi.

3. Diare
Pada orang dengan HIV/AIDS sering dijumpai mengalami diare kronik akibat adanya infeksi kuman pathogen. Pada kondisi ini terapi rehidrasi sangat penting dan juga dilakukan pemeriksaan feses terhadap bakteri, jamur, parasit atau virus.

4. Sitomegalo
Kondisi ini sering dijumpai pada orang yang memiliki nilai CD4 kurang dari 50 sel/mm3 dan akibat reaktivasi virus yang sudah ada di dalam tubuh. Infeksi ini bisa mempengaruhi retina, saluran cerna, saluran napas dan otak.

5. Kanker yang terkait dengan HIV
Penyakit kanker yang mungkin bisa timbul adalah kanker kelenjar getah bening, kanker leher rahim dan sarcoma Kaposi.

6. Infeksi CMV

Kondisi ini diawali dengan ketajaman penglihatan yang menurun, lalu diikuti dengan seperti ada kilatan cahaya, pandangan berkabut, gangguan lapang pandang serta jika progresif bisa menimbulkan kebutaan dalam waktu 2 bulan tanpa terapi. Biasanya terjadi jika nilai CD4 kurang dari 50 sel/mm3. Karenanya harus dideteksi sesegera mungkin sebelum mengenai retina dan atau makula.

7. Korioretinitis Toksoplasmosis

Seseorang yang mengalami kondisi ini akan memiliki gejala pandangan kabur, nyeri serta terlihat bayangan hitam yang terbang-terbang di mata. Untuk mendiagnosisnya dibutuhkan penemuan klinis serta tes serologi.

"Prinsip penatalaksanaan untuk HIV/AIDS adalah dengan mengonsumsi obat antiviral (ARV), pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan dasar. Sedangkan pengobatan suportif yang bisa dilakukan adalah memperbaiki keadaan umum ODHA, memperhatikan gizi, dukungan psikososial serta obat simtomatik sehingga ODHA bisa melakukan aktivitasnya," jelas Prof Samsuridjal.[DetikHealth]