Jangan Silau Dengan Cagub Pamer Penghargaan
Pengamat berharap masyarakat tidak silau dan tetap harus kritis terhadap berbagai bentuk penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah, baik Gubernur, Walikota maupun Bupati menjelang Pemilukada. Sebab bukan tidak mungkin dibalik itu semua ada motif lain yang tersembunyi.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Ratnawati mengatakan, masyarkat harus tetap kritis menilai lembaga yang memberikan penghargaan dan bagaimana prosesnya pemberian penghargaan itu. Sebab bukan tidak mungkin pemberian penghargaan itu hanya digunakan untuk motif kampanye saja, mengingat ada kandidat yang saat ini tengah mengikuti proses Pemilukada.
"Masyarakat harus melihat lembaga tersebut, apakah lembaga tersebut bisa dipercaya. Apakah kemunculan namanya ini merupakan bagain dari kampanye. Seperti nama Jokowi oleh sebagian masyarakat dinilai memang berhasil, namun apakah ini (nominasi World Mayor Prize) bagian dari kampanye karena bersamaan dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur di Jakarta, ini yang tentunya menjadi perhatian," kata Tri Ratnawati, Senin (9/4/2012).
Dia menambahkan masyarakat juga perlu lebih kritis dalam melihat pemberian penghargaan luar negeri kepada kepala daerah dan tentunya harus melihat situasi politik di dalam negeri. "Apakah indikator penilaian yang digunakan sesuai dengan kondisi politik di Indonesia," ujarnya.
Tri melanjutkan sebenarnya banyak kepala daerah lain yang memiliki keberhasilan yang bagus tetapi tidak terpublikasikan. Hal ini, tentunya tergantung dari kemampuan kepala daerah tersebut menjalin hubungan di luar negeri ."Bisa saja dalam kesempatan ini Jokowi dan sejumlah kepala daerah yang lain itu, bisa menjalin hubungan yang baik di luar negeri," ucapnya.
Lebih jauh dia mengatakan, hasil survei dari lembaga yang memberikan penghargaan ini, tentunya tidak bisa dijadikan patokan. Sebab sebagai kepala daerah, kunci keberhasilan tentunya ada pada kerja nyata yang diberikannya di masyarakat "Apakah Jokowi yang dinilai berhasil di Solo tersebut yang saat ini maju sebagai kandidat di DKI bisa memiliki kemampuan yang sama dengan kondisi situasi DKI yang kritis dan permasalahn yang sangat berat," tandasnya.
Seperti diketahui tiga kepala daerah dari Indonesia yakni Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan Walikota Solo Joko Widodo, masuk dalam nominasi tiga kepala daerah dari Indonesia dalam World Mayor Prize 2012. Sebelumnya, nama Gubernur Fauzi Bowo juga pernah masuk dalam finalis Mayor World Prize 2008.
sumber dari http://metropolitan.inilah.com/read/...er-penghargaan
Pengamat berharap masyarakat tidak silau dan tetap harus kritis terhadap berbagai bentuk penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah, baik Gubernur, Walikota maupun Bupati menjelang Pemilukada. Sebab bukan tidak mungkin dibalik itu semua ada motif lain yang tersembunyi.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Ratnawati mengatakan, masyarkat harus tetap kritis menilai lembaga yang memberikan penghargaan dan bagaimana prosesnya pemberian penghargaan itu. Sebab bukan tidak mungkin pemberian penghargaan itu hanya digunakan untuk motif kampanye saja, mengingat ada kandidat yang saat ini tengah mengikuti proses Pemilukada.
"Masyarakat harus melihat lembaga tersebut, apakah lembaga tersebut bisa dipercaya. Apakah kemunculan namanya ini merupakan bagain dari kampanye. Seperti nama Jokowi oleh sebagian masyarakat dinilai memang berhasil, namun apakah ini (nominasi World Mayor Prize) bagian dari kampanye karena bersamaan dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur di Jakarta, ini yang tentunya menjadi perhatian," kata Tri Ratnawati, Senin (9/4/2012).
Dia menambahkan masyarakat juga perlu lebih kritis dalam melihat pemberian penghargaan luar negeri kepada kepala daerah dan tentunya harus melihat situasi politik di dalam negeri. "Apakah indikator penilaian yang digunakan sesuai dengan kondisi politik di Indonesia," ujarnya.
Tri melanjutkan sebenarnya banyak kepala daerah lain yang memiliki keberhasilan yang bagus tetapi tidak terpublikasikan. Hal ini, tentunya tergantung dari kemampuan kepala daerah tersebut menjalin hubungan di luar negeri ."Bisa saja dalam kesempatan ini Jokowi dan sejumlah kepala daerah yang lain itu, bisa menjalin hubungan yang baik di luar negeri," ucapnya.
Lebih jauh dia mengatakan, hasil survei dari lembaga yang memberikan penghargaan ini, tentunya tidak bisa dijadikan patokan. Sebab sebagai kepala daerah, kunci keberhasilan tentunya ada pada kerja nyata yang diberikannya di masyarakat "Apakah Jokowi yang dinilai berhasil di Solo tersebut yang saat ini maju sebagai kandidat di DKI bisa memiliki kemampuan yang sama dengan kondisi situasi DKI yang kritis dan permasalahn yang sangat berat," tandasnya.
Seperti diketahui tiga kepala daerah dari Indonesia yakni Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan Walikota Solo Joko Widodo, masuk dalam nominasi tiga kepala daerah dari Indonesia dalam World Mayor Prize 2012. Sebelumnya, nama Gubernur Fauzi Bowo juga pernah masuk dalam finalis Mayor World Prize 2008.
sumber dari http://metropolitan.inilah.com/read/...er-penghargaan
kopiluwak2008 11 Apr, 2012
