PM rezim China Wen Jiabao telah mendorong untuk mengakhiri penganiayaan terhadap Falun Gong dengan memulihkan nama baik anggota latihan spiritual ini, menurut sumber di Beijing.
Usulannya telah ditentang oleh Zhou Yongkang dan faksi yang dipimpin oleh pemimpin rezim sebelumnya Jiang Zemin. Jiang memulai penindasan pada tahun 1999, dan Zhou, sebagai Menteri Keamanan Publik (2003-2007) dan Ketua Komite paling kuat Urusan Politik dan Legislatif (2007-sekarang), telah banyak terlibat dalam pelaksanaan kampanye Jiang. Hu Jintao dikatakan tidak berkomentar atas usulan Wen.
Ketika Wang Lijun, mantan kepala polisi Chongqing tangan kanan ketua Partai Chongqing Bo Xilai, berusaha membelot di Konsulat AS pada 6 Februari, ia membawa perhatian internasional atas pengambilan organ hidup secara paksa dari para praktisi Falun Gong.
Wang diyakini sangat terlibat dalam kekejaman ini. Dalam pidato Wang pada tahun 2006, ia membual telah mengawasi langsung "ribuan" operasi pengambilan organ sebagai kepala polisi dari Jinzhou di Provinsi Liaoning, meskipun Wang tidak secara khusus menyebutkan pengambilan organ dari praktisi Falun Gong.
Bo Xilai menjadi gubernur Provinsi Liaoning dari 2000-2004. Pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong pertama kali ditemukan pada 2006 di propinsi Liaoning, dan telah disebut sebagai "pusat" dari pengambilan organ di China.
Wen mengecam pengambilan organ dan keterlibatan Bo Xilai dalam pertemuan internal di Zhongnanhai mengenai insiden Wang Lijun.
"Tanpa anestesi, pengambilan langsung dari organ tubuh manusia dan menjualnya demi uang, apakah ini perbuatan manusiawi?" kata Wen pada pertemuan para pemimpin Partai, menurut sumber. "Hal seperti ini terjadi selama bertahun-tahun. Kami akan pensiun, tetapi hal ini masih belum diselesaikan."
"Sekarang insiden Wang Lijun diketahui oleh seluruh dunia, menggunakan ini menghukum Bo Xilai. Menyelesaikan isu Falun Gong harus menjadi pilihan," mengutip apa yang dikatakan Wen.
Pencarian Internet Tanpa Sensor
Laporan bahwa Wen telah meminta pemimpin Partai atas ganti rugi kasus Falun Gong menemukan semacam pembuktian dalam perilaku baru Internet China.
Biasanya, istilah yang berkaitan dengan praktek atau penganiayaan Falun Gong adalah yang paling ketat disensor di Internet China, tetapi, pada minggu ketiga bulan Maret, pencarian yang sebelumnya telah diblokir bisa di akses.
Seseorang dalam lingkungan rezim komunis China membiarkan pencarian terhadap kata 'Falun Gong' sebagai kejahatan yang sah atau yang merupakan bagian dari penganiayaan- apa yang mungkin diharapkan sebagai upaya dalam PKC untuk mendukung memulihkanFalun Gong.
Pada 21 Maret sekitar pukul 02:00 (waktu Beijing), Baidu tanpa sensor pencarian untuk kata 'Zhuan Falun,' buku pegangan praktisi Falun Gong. Hasil pencarian Baidu juga menunjukkan informasi dari situs resmi Falun Gong, termasuk foto pendiri Falun Gong Mr. Li Hongzhi, lambang Falun Gong, dan foto-foto dari praktisi Falun Gong melakukan latihan meditasi.
Informasi lebih lanjut pada 23 sensor dibuka sekitar pukul 20:00 (waktu Beijing), ketika hasil pencarian Baidu untuk 'Bloody Harvest.' Bloody Harvest adalah buku karangan David Kilgour dan David Matas yang berisi rincian penyelidikan mereka terhadap perampasan organ hidup secara paksa dari para praktisi Falun Gong. Baidu menunjukkan informasi mengenai pengambilan organ praktisi Falun Gong, termasuk artikel tentang konferensi pers untuk buku ini.
Juga pada 23 Maret, sebuah artikel berjudul, "Menyaksikan Proses Pengambilan Organ Hidup" muncul di Baidu ketika mencari dengan kata kunci 'Wang Lijun panen organ hidup.' Artikel ini membahas penganiayaan dan pengambilan organ hidup terhadap praktisi Falun Gong.
Juga pada 23 Maret pencarian di Baidu dengan kata kunci 'rekayasa bakar diri' menayangkan program video yang dibuat oleh televisi NTD yang mementahkan propaganda rezim China mengenai bakar diri oleh lima praktisi Falun Gong di Lapangan Tiananmen pada tahun 2001. Video NTD menunjukkan bahwa insiden yang sangat serius dilaporkan oleh media pemerintah, adalah bohong.
Shi Zangshan, pakar urusan China di Washington DC, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa kedua Hu Jintao dan Wen Jiabao tidak memiliki kekuasaan politik dan moral yang cukup untuk melawan faksi Jiang jika mereka hanya menggunakan korupsi dan perjuangan internal sebagai alat.
Shi menyatakan bahwa Hu dan Wen harus terus mengekspos kejahatan Jiang Zemin dan Zhou Yongkang. Hu dan Wen akan mendapatkan landasan moral yang tinggi dalam pertikaian Partai, dan, jika opini publik berbalik melawan faksi Jiang, Hu dan Wen dapat menyerang. (EpochTimes/man)
SUMBER
Usulannya telah ditentang oleh Zhou Yongkang dan faksi yang dipimpin oleh pemimpin rezim sebelumnya Jiang Zemin. Jiang memulai penindasan pada tahun 1999, dan Zhou, sebagai Menteri Keamanan Publik (2003-2007) dan Ketua Komite paling kuat Urusan Politik dan Legislatif (2007-sekarang), telah banyak terlibat dalam pelaksanaan kampanye Jiang. Hu Jintao dikatakan tidak berkomentar atas usulan Wen.
Ketika Wang Lijun, mantan kepala polisi Chongqing tangan kanan ketua Partai Chongqing Bo Xilai, berusaha membelot di Konsulat AS pada 6 Februari, ia membawa perhatian internasional atas pengambilan organ hidup secara paksa dari para praktisi Falun Gong.
Wang diyakini sangat terlibat dalam kekejaman ini. Dalam pidato Wang pada tahun 2006, ia membual telah mengawasi langsung "ribuan" operasi pengambilan organ sebagai kepala polisi dari Jinzhou di Provinsi Liaoning, meskipun Wang tidak secara khusus menyebutkan pengambilan organ dari praktisi Falun Gong.
Bo Xilai menjadi gubernur Provinsi Liaoning dari 2000-2004. Pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong pertama kali ditemukan pada 2006 di propinsi Liaoning, dan telah disebut sebagai "pusat" dari pengambilan organ di China.
Wen mengecam pengambilan organ dan keterlibatan Bo Xilai dalam pertemuan internal di Zhongnanhai mengenai insiden Wang Lijun.
"Tanpa anestesi, pengambilan langsung dari organ tubuh manusia dan menjualnya demi uang, apakah ini perbuatan manusiawi?" kata Wen pada pertemuan para pemimpin Partai, menurut sumber. "Hal seperti ini terjadi selama bertahun-tahun. Kami akan pensiun, tetapi hal ini masih belum diselesaikan."
"Sekarang insiden Wang Lijun diketahui oleh seluruh dunia, menggunakan ini menghukum Bo Xilai. Menyelesaikan isu Falun Gong harus menjadi pilihan," mengutip apa yang dikatakan Wen.
Pencarian Internet Tanpa Sensor
Laporan bahwa Wen telah meminta pemimpin Partai atas ganti rugi kasus Falun Gong menemukan semacam pembuktian dalam perilaku baru Internet China.
Biasanya, istilah yang berkaitan dengan praktek atau penganiayaan Falun Gong adalah yang paling ketat disensor di Internet China, tetapi, pada minggu ketiga bulan Maret, pencarian yang sebelumnya telah diblokir bisa di akses.
Seseorang dalam lingkungan rezim komunis China membiarkan pencarian terhadap kata 'Falun Gong' sebagai kejahatan yang sah atau yang merupakan bagian dari penganiayaan- apa yang mungkin diharapkan sebagai upaya dalam PKC untuk mendukung memulihkanFalun Gong.
Pada 21 Maret sekitar pukul 02:00 (waktu Beijing), Baidu tanpa sensor pencarian untuk kata 'Zhuan Falun,' buku pegangan praktisi Falun Gong. Hasil pencarian Baidu juga menunjukkan informasi dari situs resmi Falun Gong, termasuk foto pendiri Falun Gong Mr. Li Hongzhi, lambang Falun Gong, dan foto-foto dari praktisi Falun Gong melakukan latihan meditasi.
Informasi lebih lanjut pada 23 sensor dibuka sekitar pukul 20:00 (waktu Beijing), ketika hasil pencarian Baidu untuk 'Bloody Harvest.' Bloody Harvest adalah buku karangan David Kilgour dan David Matas yang berisi rincian penyelidikan mereka terhadap perampasan organ hidup secara paksa dari para praktisi Falun Gong. Baidu menunjukkan informasi mengenai pengambilan organ praktisi Falun Gong, termasuk artikel tentang konferensi pers untuk buku ini.
Juga pada 23 Maret, sebuah artikel berjudul, "Menyaksikan Proses Pengambilan Organ Hidup" muncul di Baidu ketika mencari dengan kata kunci 'Wang Lijun panen organ hidup.' Artikel ini membahas penganiayaan dan pengambilan organ hidup terhadap praktisi Falun Gong.
Juga pada 23 Maret pencarian di Baidu dengan kata kunci 'rekayasa bakar diri' menayangkan program video yang dibuat oleh televisi NTD yang mementahkan propaganda rezim China mengenai bakar diri oleh lima praktisi Falun Gong di Lapangan Tiananmen pada tahun 2001. Video NTD menunjukkan bahwa insiden yang sangat serius dilaporkan oleh media pemerintah, adalah bohong.
Shi Zangshan, pakar urusan China di Washington DC, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa kedua Hu Jintao dan Wen Jiabao tidak memiliki kekuasaan politik dan moral yang cukup untuk melawan faksi Jiang jika mereka hanya menggunakan korupsi dan perjuangan internal sebagai alat.
Shi menyatakan bahwa Hu dan Wen harus terus mengekspos kejahatan Jiang Zemin dan Zhou Yongkang. Hu dan Wen akan mendapatkan landasan moral yang tinggi dalam pertikaian Partai, dan, jika opini publik berbalik melawan faksi Jiang, Hu dan Wen dapat menyerang. (EpochTimes/man)
SUMBER
sukajanda.2 12 Apr, 2012
