Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang biasa disapa Foke berkeliling ke berbagai negara seperti Belanda, Amerika Serikat dan Singapura untuk mempelajari infrastruktur pengembangan kawasan. Termasuk soal pengelolaan air bersih agar tidak berhantung lagi kepada air tanah.

"Pak Gubernur pergi ke Belanda untuk atasi infrastruktur. Juga belajar ke Amerika dalam mempelajari Badai Katrina. Juga Singapura, Marina Bay bagaimana disana sukses dengan Sea Wall, dan Singapura tidak tergantung Malaysia," kata Asisten Perekonomian dan Administrasi Sekda Provinsi DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh, di hotel Pullman, Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Ia menambahkan, Jakarta pun akan mengadopsi Giant Sea Wall. Investasi untuk pengatasi banjir serta penyediaan air bersih ini menelan biaya Rp 100 triliun."Giant sea wall itu karena Jakarta teraliri oleh 13 sungai. Ada kawasan Jakarta Utara yang diuruk," paparnya.

Ide Foke ini didasarkan atas melimpahnya air sungai yang mengalir ke Jakarta, namun tidak dapat bermanfaat optimal. Pada sisi lain, Jakarta juga kekurangan air bersih karena masih mengandalkan PDAM dan air sumur.

"Air (aliran) tahun 2002 mencapai 155 juta kubik. Ini maunya dibuang buru-buru ke laut. Sisi lain kita kekurangan air hingga harus sedot air dalam (artesis). Akibatnya terjadi penurunan tanah di Jakarta 17%," tegasnya.

Selain itu, Pemda DKI Jakarta terus melanjutkan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Marunda, Jakarta Utara. Wilayah ini akan disulap sebagai lokomotif kegiatan ekonomi, industri dan perdagangan nasional dalam rangka mendukung MP3EI.

"Marunda akan jadi pusat logistik dengan nilai investasi average Rp 50 triliun (termasuk reklamasi pantai)," tuturnya.


sumber: http://finance.detik..com/read/2012/...hingga-belanda

asli ga mihak manapun atau kampanye, cuma ingin menginformasikan sang ahli sedang memperdalam keahliannya :o
Pak denger2 beberapa daerah di Jakarta ada yang kebanjiran, bapak sudah denger2 blom :hammer:

SyaHrielL 04 Apr, 2012