Setelah gempar dengan kasus Trayvon Martin yang ditembak oleh tetangganya yang kulit putih, kini Amerika terguncang kembali dengan kasus penembakan di Tusla, Oklahoma.
Dua pria ditangkap setelah mengamuk menembak mati tiga orang kulit hitam dan melukai dua orang lainnya. Dilaporkan DewanPos Salah satu pelaku mengaku melakukan teror itu untuk membalas penembakan ayahnya dua tahun lalu oleh seorang pria kulit hitam.
Polisi mengidentifikasi kedua tersangka sebagai kelompok kulit putih, sedangkan kelima korban berkulit hitam.
Polisi dan FBI mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah serangan pada hari Jumat itu bermotif rasial. Juru bicara polisi Jason Willingham mengatakan bahwa peneliti sedang mempertimbangkan motifnya namun berdasarkan posting Facebook di akun tersangka, balas dendam tampaknya menjadi faktor.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vm-9tNoBwB2hrhSGsFZkjDtf_t5n7HucYZf9glJw-QpsFuPgMMUpGWZ3LIwEBkdotLFsMtwB-9toqXQdylBiUfzIuczX6EgQnjNVBXkMo1Yu2Xq3FqpLdNl0ZxgOfkN_j5McN8kZt7Hp4Fn9eTshoWm2xsnkhGky0rJRNFoSKz=s0-d)
foto pelaku
Di status Facebook milik salah seorang tersangka dengan nama Jake England, 19-tahun, dia marah menyalahkan kematian ayahnya pada seorang pria kulit hitam dan menggunakan cercaan rasial. Dilaporkan DewanPos.com Dia mengatakan Kamis adalah ulang tahun kedua kematian ayahnya.
"Sulit untuk melupakan," begitu bunyi postingan itu, mengingat ulang tahun dan kematian tunangannya awal tahun ini.
Halaman Facebook telah diamankan pada Minggu sore.
Seorang teman tersangka, Susan Sevenstar, mengatakan kepada The Associated Press bahwa England adalah anak baik dan pekerja keras. Namun perilakunya berubah setelah kehilangan ayahnya ditambah tunangannya bunuh diri pada Januari lalu. Diduga tunangannya stress karena kecurigaan England dengan siapa ia punya bayi.
Pihak berwenang mengatakan akan menuntut mereka dengan pasal pembunuhan dan pelanggaran lain. Dilaporkan DewanPos.com Polisi masih meniliti kepemilikan senjata api dan siapa saja yang melakukan penembakan. Di TKP juga ditemukan sebuah truk yang telah dibakar.
Pendeta Warren Blakney Sr, presiden NAACP Tulsa, mengatakan, "Pemimpin komunitas kulit hitam telah bertemu Jumat malam di tengah ketakutan atas penembakan dan kekhawatiran tentang main hakim sendiri.
"Masyarakat dapat melakukan aktifitasnya tanpa takut ada penembak jalanan pada hari ini, di hari Paskah," imbau Blakney.
Sumber
Dua pria ditangkap setelah mengamuk menembak mati tiga orang kulit hitam dan melukai dua orang lainnya. Dilaporkan DewanPos Salah satu pelaku mengaku melakukan teror itu untuk membalas penembakan ayahnya dua tahun lalu oleh seorang pria kulit hitam.
Polisi mengidentifikasi kedua tersangka sebagai kelompok kulit putih, sedangkan kelima korban berkulit hitam.
Polisi dan FBI mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah serangan pada hari Jumat itu bermotif rasial. Juru bicara polisi Jason Willingham mengatakan bahwa peneliti sedang mempertimbangkan motifnya namun berdasarkan posting Facebook di akun tersangka, balas dendam tampaknya menjadi faktor.
foto pelaku
Di status Facebook milik salah seorang tersangka dengan nama Jake England, 19-tahun, dia marah menyalahkan kematian ayahnya pada seorang pria kulit hitam dan menggunakan cercaan rasial. Dilaporkan DewanPos.com Dia mengatakan Kamis adalah ulang tahun kedua kematian ayahnya.
"Sulit untuk melupakan," begitu bunyi postingan itu, mengingat ulang tahun dan kematian tunangannya awal tahun ini.
Halaman Facebook telah diamankan pada Minggu sore.
Seorang teman tersangka, Susan Sevenstar, mengatakan kepada The Associated Press bahwa England adalah anak baik dan pekerja keras. Namun perilakunya berubah setelah kehilangan ayahnya ditambah tunangannya bunuh diri pada Januari lalu. Diduga tunangannya stress karena kecurigaan England dengan siapa ia punya bayi.
Pihak berwenang mengatakan akan menuntut mereka dengan pasal pembunuhan dan pelanggaran lain. Dilaporkan DewanPos.com Polisi masih meniliti kepemilikan senjata api dan siapa saja yang melakukan penembakan. Di TKP juga ditemukan sebuah truk yang telah dibakar.
Pendeta Warren Blakney Sr, presiden NAACP Tulsa, mengatakan, "Pemimpin komunitas kulit hitam telah bertemu Jumat malam di tengah ketakutan atas penembakan dan kekhawatiran tentang main hakim sendiri.
"Masyarakat dapat melakukan aktifitasnya tanpa takut ada penembak jalanan pada hari ini, di hari Paskah," imbau Blakney.
Sumber
masonarji 09 Apr, 2012
