[imagetag]

Terdakwa suap wisma atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin menyinggung penampilan dua mantan anak buahnya, Yulianis dan Oktarina Furi, dalam persidangan. Menurutnya, penampilan keduanya yang mengenakan cadar adalah palsu.

"Soal penampilan Yulianis dan Oktarina, sehari-hari sebenarnya mereka tidak menggunakan cadar. Mereka mengaku di sebuah harian bahwa mereka hanya pakai cadar di sidang saja, alasannya karena takut diancam Nazaruddin. Padahal itu bohong dan dibesar-besarkan," kata Nazaruddin.

Hal tersebut disampaikan Nazaruddin saat membacakan nota pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin 9 April 2012.

Sedangkan Oktarina Furi, lanjut Nazar, mengaku pada pengacaranya, Elza Syarif, bahwa dia menggunakan cadar karena telah mendapatkan hidayah.

Selain itu, Nazaruddin menuding selama persidangan, mereka berdua telah memberikan kesaksian yang palsu. Namun, ia menyesalkan JPU KPK menggunakan keterangan mereka untuk menuntutnya dengan tuntutan yang tinggi.

"Keterangan hingga penampilan mereka adalah palsu. Tapi mereka diperbolehkan berpenampilan palsu. Mereka diistimewakan oleh KPK," kata Nazaruddin.

Dalam setiap persidangan, dua orang pegawai PT Permai Group yaitu Yulianis dan Oktarina Furi selalu menutupi tubuhnya dengan pakaian muslim, berjilbab, dan bercadar. Alasan mereka menggunakan pakaian itu adalah untuk keamanan.

Selain itu, saat diperiksa di pengadilan, Yulianis membongkar sejumlah fakta baru. Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group itu bahkan mengungkapkan modus Nazaruddin dalam mengelola bisnis. Menurutnya, mantan bosnya itu memerintahkan pegawainya menggunakan nama-nama mereka agar dicantumkan pada akte perusahaan.

"Kalau kami tidak mau, gaji kami dipotong, supervisor ke atas dipotong Rp1 juta, staf dipotong Rp500 ribu," kata Yulianis di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 25 Januari 2012.

Hal itu diketahuinya karena saat menjabat Wakil Direktur Keuangan, ia diperintah secara lisan oleh Nazaruddin untuk memotong gaji pegawai yang tidak mau menjadi pengurus di perusahaannya.

Selain itu, Yulianis juga mengungkapkan mengenai permintaan dana dari politisi Demokrat, Angelina Sondakh, sebesar Rp5 miliar. Kesaksian Yulianis ini yang juga menyebabkan Angelina ikut terseret dalam kasus ini dan ditetapkan sebagai tersangka. Angelina membantah keras terlibat dalam kasus ini.


sumber

pahlawan.lokal 09 Apr, 2012