Kapal Perang Filipina Dihadang Patroli China di Laut China Selatan

Manila, Insiden menegangkan terjadi di perairan Laut China Selatan. Kapal perang Filipina yang tengah berusaha menangkap nelayan-nelayan ilegal dari China dihadang kapal patroli China. Dua kapal patroli China berusaha menghalangi penangkapan tersebut.

Insiden ini berawal dari penangkapan 8 kapal berbendera China yang tengah melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Filipina di Scarborough Shoal, sekitar 199 km dari Pulau Luzon. Kapal perang milik angkatan laut Filipina tersebut memergoki kapal-kapal nelayan China tersebut saat berpatroli pada Minggu (8/4) waktu setempat.

Kemudian diketahui dua kapal patroli pantai China mendatangi lokasi penangkapan pada Selasa (10/4). Kapal patroli China tersebut langsung menempatkan diri di antara kapal perang Filipina yang bernama Gregorio del Pilar dan kapal-kapal nelayan tersebut.

"Mereka menghalangi penangkapan kapal-kapal nelayan ilegal tersebut," demikian pernyatan Kementerian Luar Negeri Filipina, seperti dilansir oleh AFP, Rabu (11/4/2012).

"Situasi tersebut tidak berubah sedikitpun hingga pagi ini," imbuhnya.

Kapal perang Filipina memergoki kapal nelayan China tersebut mengambil koral laut dan menangkap kerang raksasa dan hiu hidup dari wilayah perairan Laut China Selatan yang dekat dengan perbatasan Filipina.

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario, telah berusaha menghubungi Duta Besar China untuk Filipina, Ma Keqing, pada Selasa malam, untuk membahas persoalan ini. Rosario menegaskan, bahwa wilayah tersebut merupakan bagian integral dari wilayah Filipina.

Keduanya pun dijadwalkan untuk bertemu empat mata pada Rabu pagi waktu setempat guna mencari penyelesaian masalah ini.

Selama ini, otoritas China selalu beranggapan bahwa pihaknya memiliki kedaulatan atas seluruh wilayah perairan di Laut China Selatan, termasuk wilayah perairan yang dekat dengan wilayah perbatasan negara lain. Namun Filipina bersikeras bahwa wilayah perairan sejauh 200 mil dari garis pantainya adalah masuk dalam kedaulatan Filipina dan didukung oleh hukum internasional.

sumber : http://news.detik..com/read/2012/04/...elatan?9922022

dasar rrc provokator

suka nya nyari ribut di kawasan laut china selatan :cd:


awas kau rrc kalo sampai nyaplok natuna :batas

jackmanis 11 Apr, 2012