Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, partainya kini mengusung ambang parlemen empat persen. Nurul membantah jika Golkar bersikap egois dengan partai-partai kecil yang belum memenuhi ambang batas empat persen.
Angka 4 persen ini turun dari 5 persen yang diusung Golkar sebelumnya. Sampai awal Februari lalu, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menyatakan partainya masih mendukung angka 5 persen.
Nurul menambahkan, Golkar akan mengandeng PKB dan PPP untuk mendukung pada PT empat persen. "Kalau lihat rasionalisasi PKB dan PPP sudah lebih lima persen kenapa harus takut kalau PT empat persen. Apalagi PKB dan PPP belum pernah mbalelo dari Setgab semoga kita bisa menarik merekalah," kata dia.
Dalam pembahasan RUU Pemilu, ada beberapa poin yang belum mencapai kesepakatan. Poin itu, adalah menyangkut sistem pemilu, terbuka atau tertutup. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, adalah yang mendukung kuat sistem tertutup atau dikenal juga sebagai sistem nomor urut.
Masalah kedua, ambang parlemen atau parliamentary threshold. Ada yang masih bertahan tiga persen, ada yang sudah turun jadi empat persen.
Ketiga, masalah jumlah kursi per daerah pemilihan. Ada yang mengusulkan diciutkan jadi 3 sampai 8 kursi, ada pula yang bertahan 3-10 kursi seperti dipakai di Pemilu 2009. Kemudian ada pula masalah dana kampanye. (umi)
sumber :iloveindonesias
jagu4r 09 Apr, 2012
