Ruhut: 5 Elit Golkar Berebut Kursi Capres
Selasa, 10/04/2012 16:58 WIB
Jakarta Ketua Divisi Kominfo DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, melihat elit Golkar tengah rebutan kursi capres. Kondisi ini juga yang nantinya akan membuat pencapresan Aburizal Bakrie atau Ical tidak berjalan mulus.
"Itu yang aku bilang, saya nggak pernah perhitungkan pencapresan Ical dan Golkar tahun 2014. Di Golkar banyak orang pintar. Jadi sebelum pilpres kan pileg kan sudah pengkubu-kubuan diam-diam. Karena yang mau jadi presiden ada Ical, Akbar Tandjung, JK, Agung Laksono, Fadel Muhammad, itu yang kelihatan. Bayangkan gimana pecah kongsinya nanti," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Ruhut menilai Golkar tidak akan solid dalam pemenangan pemilu mendatang. Baik di tingkat pilkada maupun pileg. "Nggak akan mulus Ical, gini aja DKI aja pecah antara Alex sama Ahok saja pecah. Makanya saya pengalaman lama di Golkar itu calonnya Golkar sulit menang. Karena mereka tidak ada tokoh menengah seperti Pak SBY," kata dia.
Lain halnya dengan Demokrat, menurut Ruhut, lebih rapih. Tidak ada yang berebut posisi capres. "Di Demokrat SBY bilang A yang dilaksanakan A. Karena mereka tidak ada tokoh, semua elit mereka merasa lebih," tandasnya.
http://news.detik.com/read/2012/04/1...es?nd992203605
Tak Ada Tempat Bagi Calon Selain Ical untuk Nyapres Lewat Golkar
Selasa, 10/04/2012 16:18 WIB
Jakarta Partai Golkar hanya memberi kesempatan bagi Aburizal Bakrie atau Ical untuk maju menjadi capres. Calon lainnya seperti Jusuf Kalla, sudah pasti tidak bisa. Pintu sudah tertutup. "Rekomendasi hasil Rapimnas 2011, merekomendasikan, menetapkan sebagai keputusan, pencalonan ARB sebagai Capres," kata Sekjen Golkar Idrus Marham di Kantor Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Idrus menjelaskan, sebenarnya Golkar tidak pernah membuka atau menutup peluang. Semua sudah diatur dalam sistem, di mana yang memiliki suara adalah daerah. Dan daerah mendorong Ical maju menjadi Capres. "Aspirasi berkembang secara kuat. Ical mengatakan, ini tetap diserahkan pada sistem meskipun ini ketua umumnya dia. Dengan adanya desakan ini, maka kami merespons dengan baik," tuturnya.
Sesuai aturan, pengukuhan Capres lewat Rapimnasus paling lambat akhir 2012. Nah, kalau ada kader lainnya yang tidak terpilih, Idrus menyebut calon tersingkir itu mesti menghormati sistem yang ada. "Ada sistem yang mengatur seperti itu. Rapimnas memungkinkan bilamana orang-orang yang punya suara, DPD dan ditambah ketua umum ormas besar, keluarga besar. Kalau sudah bersuara nggak ada masalah. Munas pun kalau sudah sistem yang bicara, maka tidak bisa lagi dibicarakan," jelasnya.
Idrus percaya diri, elektabilitas bosnya itu berdasarkan hasil survei juga terus naik. Pemilu 2014 masih beberapa tahun lagi ke depan, dan tentunya akan semakin naik. "Tahun 1, 3-7. Tahun 2, 7-10. Tahun 3, 15-16 persen dan hampir sama dengan Mega dan Prabowo. Dia baru dan elektabilitas semakin maju. Dan sistem ini tentu dibuat tidak mendiskreditkan tetapi jalan lurus," tegasnya.
http://news.detik.com/read/2012/04/1...ar?nd992203605
PILPRES 2014
JK Ngotot Maju Jadi Capres, Idrus Bilang Itu Kebesaran Golkar
Selasa, 10 April 2012 , 18:20:00 WIB
RMOL. Selain Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla juga ngotot maju sebagai calon presiden RI pada Pilpres 2014 mendatang.
Lalu apakah hal ini akan membuat Partai Golkar pecah? "Ini yang membuat kita besar," kata Sekjen Partai Golkar di kantornya, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (10/4).
Maksudnya, Golkar besar karena semakin banyak kadernya yang ingin maju sebagai capres pada Pilpres 2014. Namun demikian, sambung Idrus, Golkar tetap menjalankan sistem. Artinya, sejak 2011, hampir seluruh DPD Golkar mengusung pencalonan Ical.
Lalu bagaimana dengan peluang Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie dalam pertarungan menunju RI-1? "Kita punya kenyakinan. Apalagi sudah banyak program yang sudah kita lakukan, kita lakukan pendekatan politik, kaderasi Golkar, konsolidasi ke desa-desa. Kita tidak akan mengambil langkah-langkah ini kalau tidak yakin," demikian Idrus.
http://www.rmol.co/read/2012/04/10/6...esaran-Golkar-
Golkar Percaya Diri, Ical Tak Akan Terganggu Lagi dengan Lapindo
Selasa, 10/04/2012 17:28 WIB
Jakarta Partai Golkar percaya diri mengusung Aburizal Bakrie atau Ical menjadi Capres. Soal lumpur Lapindo yang banyak dikaitkan dengan Ical dan dinilai akan merintangi kampanye Capres dinilai sudah selesai. "Persoalan Lapindo nggak ada masalah hukum. Ical sudah menjelaskan, bahkan akan membeli itu," jelas Sekjen Golkar Idrus Marham di kantor Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Kemudian, soal tas bergambar Ical yang diwajibkan dibeli anggota DPR dari Golkar seharga Rp 10 juta, dinilai Idrus merupakan gerakan dan kreasi kader di Senayan. "Itu bukan perintah tapi kreasi dalam rangka ulang tahun. Dan itu di internal kami. Itu adalah kreasi fraksi, dalam berkaya dan sosialisi calon presiden," jelas Idrus.
Soal keuangan partai, Idrus juga menjelaskan sepenuhnya Golkar mengandalkan sumbangan dari kader-kadernya, jadi dari sumber yang jelas. "Sumber keuangan itu syarat mutlak, harus bayar iuran," tegas Idrus.
http://news.detik.com/read/2012/04/1...do?nd992203605
------------------
Jangan ketepu dengan manuver GOLKAR, bahwa mereka sedang pecah di dalam berkaitan dengan jabatan Presiden. Itu semuanya sandiwaralah. Nanti setelah masing-masing calon sudah dapat pengikut yang banyak, pastilah mereka menyerahkan dukungannya kepada Boss Besar yang dipercaya untuk maju menjadi Capres .
Selasa, 10/04/2012 16:58 WIB
Jakarta Ketua Divisi Kominfo DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, melihat elit Golkar tengah rebutan kursi capres. Kondisi ini juga yang nantinya akan membuat pencapresan Aburizal Bakrie atau Ical tidak berjalan mulus.
"Itu yang aku bilang, saya nggak pernah perhitungkan pencapresan Ical dan Golkar tahun 2014. Di Golkar banyak orang pintar. Jadi sebelum pilpres kan pileg kan sudah pengkubu-kubuan diam-diam. Karena yang mau jadi presiden ada Ical, Akbar Tandjung, JK, Agung Laksono, Fadel Muhammad, itu yang kelihatan. Bayangkan gimana pecah kongsinya nanti," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Ruhut menilai Golkar tidak akan solid dalam pemenangan pemilu mendatang. Baik di tingkat pilkada maupun pileg. "Nggak akan mulus Ical, gini aja DKI aja pecah antara Alex sama Ahok saja pecah. Makanya saya pengalaman lama di Golkar itu calonnya Golkar sulit menang. Karena mereka tidak ada tokoh menengah seperti Pak SBY," kata dia.
Lain halnya dengan Demokrat, menurut Ruhut, lebih rapih. Tidak ada yang berebut posisi capres. "Di Demokrat SBY bilang A yang dilaksanakan A. Karena mereka tidak ada tokoh, semua elit mereka merasa lebih," tandasnya.
http://news.detik.com/read/2012/04/1...es?nd992203605
Tak Ada Tempat Bagi Calon Selain Ical untuk Nyapres Lewat Golkar
Selasa, 10/04/2012 16:18 WIB
Jakarta Partai Golkar hanya memberi kesempatan bagi Aburizal Bakrie atau Ical untuk maju menjadi capres. Calon lainnya seperti Jusuf Kalla, sudah pasti tidak bisa. Pintu sudah tertutup. "Rekomendasi hasil Rapimnas 2011, merekomendasikan, menetapkan sebagai keputusan, pencalonan ARB sebagai Capres," kata Sekjen Golkar Idrus Marham di Kantor Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Idrus menjelaskan, sebenarnya Golkar tidak pernah membuka atau menutup peluang. Semua sudah diatur dalam sistem, di mana yang memiliki suara adalah daerah. Dan daerah mendorong Ical maju menjadi Capres. "Aspirasi berkembang secara kuat. Ical mengatakan, ini tetap diserahkan pada sistem meskipun ini ketua umumnya dia. Dengan adanya desakan ini, maka kami merespons dengan baik," tuturnya.
Sesuai aturan, pengukuhan Capres lewat Rapimnasus paling lambat akhir 2012. Nah, kalau ada kader lainnya yang tidak terpilih, Idrus menyebut calon tersingkir itu mesti menghormati sistem yang ada. "Ada sistem yang mengatur seperti itu. Rapimnas memungkinkan bilamana orang-orang yang punya suara, DPD dan ditambah ketua umum ormas besar, keluarga besar. Kalau sudah bersuara nggak ada masalah. Munas pun kalau sudah sistem yang bicara, maka tidak bisa lagi dibicarakan," jelasnya.
Idrus percaya diri, elektabilitas bosnya itu berdasarkan hasil survei juga terus naik. Pemilu 2014 masih beberapa tahun lagi ke depan, dan tentunya akan semakin naik. "Tahun 1, 3-7. Tahun 2, 7-10. Tahun 3, 15-16 persen dan hampir sama dengan Mega dan Prabowo. Dia baru dan elektabilitas semakin maju. Dan sistem ini tentu dibuat tidak mendiskreditkan tetapi jalan lurus," tegasnya.
http://news.detik.com/read/2012/04/1...ar?nd992203605
PILPRES 2014
JK Ngotot Maju Jadi Capres, Idrus Bilang Itu Kebesaran Golkar
Selasa, 10 April 2012 , 18:20:00 WIB
RMOL. Selain Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla juga ngotot maju sebagai calon presiden RI pada Pilpres 2014 mendatang.
Lalu apakah hal ini akan membuat Partai Golkar pecah? "Ini yang membuat kita besar," kata Sekjen Partai Golkar di kantornya, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (10/4).
Maksudnya, Golkar besar karena semakin banyak kadernya yang ingin maju sebagai capres pada Pilpres 2014. Namun demikian, sambung Idrus, Golkar tetap menjalankan sistem. Artinya, sejak 2011, hampir seluruh DPD Golkar mengusung pencalonan Ical.
Lalu bagaimana dengan peluang Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie dalam pertarungan menunju RI-1? "Kita punya kenyakinan. Apalagi sudah banyak program yang sudah kita lakukan, kita lakukan pendekatan politik, kaderasi Golkar, konsolidasi ke desa-desa. Kita tidak akan mengambil langkah-langkah ini kalau tidak yakin," demikian Idrus.
http://www.rmol.co/read/2012/04/10/6...esaran-Golkar-
Golkar Percaya Diri, Ical Tak Akan Terganggu Lagi dengan Lapindo
Selasa, 10/04/2012 17:28 WIB
Jakarta Partai Golkar percaya diri mengusung Aburizal Bakrie atau Ical menjadi Capres. Soal lumpur Lapindo yang banyak dikaitkan dengan Ical dan dinilai akan merintangi kampanye Capres dinilai sudah selesai. "Persoalan Lapindo nggak ada masalah hukum. Ical sudah menjelaskan, bahkan akan membeli itu," jelas Sekjen Golkar Idrus Marham di kantor Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Kemudian, soal tas bergambar Ical yang diwajibkan dibeli anggota DPR dari Golkar seharga Rp 10 juta, dinilai Idrus merupakan gerakan dan kreasi kader di Senayan. "Itu bukan perintah tapi kreasi dalam rangka ulang tahun. Dan itu di internal kami. Itu adalah kreasi fraksi, dalam berkaya dan sosialisi calon presiden," jelas Idrus.
Soal keuangan partai, Idrus juga menjelaskan sepenuhnya Golkar mengandalkan sumbangan dari kader-kadernya, jadi dari sumber yang jelas. "Sumber keuangan itu syarat mutlak, harus bayar iuran," tegas Idrus.
http://news.detik.com/read/2012/04/1...do?nd992203605
------------------
Jangan ketepu dengan manuver GOLKAR, bahwa mereka sedang pecah di dalam berkaitan dengan jabatan Presiden. Itu semuanya sandiwaralah. Nanti setelah masing-masing calon sudah dapat pengikut yang banyak, pastilah mereka menyerahkan dukungannya kepada Boss Besar yang dipercaya untuk maju menjadi Capres .
redbee88 10 Apr, 2012
