Quote:

[imagetag]

Menurut Pyongyang, peluncuran itu tidak melanggar perjanjian

Seorang pejabat senior Amerika Serikat memperingatkan peluncuran roket Korea Utara mendatang, pertama kali akan ditujukan untuk Korea Selatan, kemudian akan berdampak pada salah satu daerah antara Australia, Indonesia dan Filipina.

Kurt Campbell, asisten menteri luar negeri Amerika Serikat urusan Asia Timur dan Pasifik, mengutarakan hal itu kepada Menlu Australia Bob Carr, demikian ditulis kata surat kabar Sydney Morning Herald.

"Jika uji coba rudal itu dilakukan seperti yang diutarakan Korea Utara, kami berpendapat itu akan berdampak pada satu daerah antara Australia, Indonesia dan Filipina," kata Campbell.

"Kita tidak pernah melihat lintasan peluru roket ini sebelumnya. Kita harus membicarakan hal itu dengan negara-negara ini, dan meminta mereka menegaskan bahwa uji coba seperti itu adalah provokatif dan rencana ini harus dihentikan."

Korea Utara yang memiliki senjata nuklir mengumumkan akan meluncurkan satu roket pertengahan April untuk menempatkan satu satelit dalam orbit.

Tindakan itu dianggap Amerika Serikat, Australia dan negara-negara lain anggap sebagai tindakan terselubung, untuk uji coba rudal jarak jauh yang dilarang PBB.

Pada hari Jumat Korea Utara mengatakan persiapan peluncuran telah memasuki tahap aksi. Pyongyang berjanji akan melakukan tindakan balasan terhadap negara-negara yang menentang operasi itu.

Korea Utara mengatakan peluncuran itu tidak melanggar perjanjian yang diumumkan bulan lalu dengan Amerika Serikat.

Bahwa Korea Utara setuju menghentikan program pengayaan uranium dan uji-uji coba rudal di kawasan itu.

Filipina telah meminta bantuan dari Amerika Serikat untuk memantau roket itu, byang sebagian darinya diperkirakan akan jatuh di kepulauan itu.

Jepang telah mempersiapkan sistem pertahanan rudal, untuk menembak jatuh setiap roket yang mengancam negara itu.

Sekutu utama Korea Utara, China, mendesak semua pihak tenang dan menahan diri.

Setelah pertemuan dengan Campbell, Menlu Carr mengatakan peluncuran itu merupakan pelanggaran resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.

Satu resolusi Dewan Keamanan PBB disetujui, setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal dan nuklir 2009, yakni melarang peluncuran rudal balistik.

"Rencana nuklir dan rudal jarak jauh merupakan ancaman riil bagi keamanan kawasan itu dan Australia," kata Carr.

Carr menambahkan bahwa ia dan Campbell bertukar pikiran tentang bagaimana Amerika Serikat, Australia dan sekutu-sekutunya, mendorong Korea Utara menghentikan rencana.

Para pemimpin dunia termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan melakukan pertemuan di Seoul pekan depan ntuk membicarakan terorisme nuklir.

Sekjen PBB Ban Ki-moon berencana akan mengutarakan soal peluncuran roket Korut itu dalam KTT pada hari Senin dan Selasa itu.

SUMBER
Semoga Infonya bermanfaat :shakehand2
Tinggalin jejak gan :cendolbig kalo berkenan .. jangan lupa:rate5 ya gan ..

teratai5 27 Mar, 2012