Sudah seharusnya gadis remaja tidak mudah percaya dengan lambe lamis seorang lelaki. Karena bisa jadi lamisnya mulut lelaki ini bak mulut buaya yang sewaktu-waktu bisa melahapnya. Seperti yang dialami seorang gadis yang baru berusia 18 tahun, sebut saja dengan nama samaran Lara. Gadis desa ini, tinggal di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Dia menjadi korban kejahatan seksual, berawal dari pesan singkat SMS (Short Message Service) yang nyasar ke Hp-nya. Siswi SMK di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini, nyaris diperkosa oleh bakul mi goreng di areal persawahan yang sepi.
_____________________________________
Dua bulan menjalin hubungan melalui SMS, akhirnya pelaku memutuskan menemui korban. Selama di Kalimantan, pelaku berstatus sebagai perantauan, dan bekerja sebagai penjual mi goreng. Lima hari berada di rumahnya, pelaku membuat janji bertemu dengan korban. Dia ingin mengantarkan korban berangkat ke sekolahnya. Korban pun tidak keberatan. Dia meminta pelaku menjemput di sekitar rumahnya. Tidak lama setelah ditunggu, pelaku nongol. Kemudian mengantar korban dengan sepeda motor.
Belum jauh dari rumah korban, ada areal persawahan yang sepi. Tiba-tiba pelaku menghentikan sepeda motornya. Lalu pelaku mengajak korban turun dari sepeda motor. Korban mulai curiga. Pelaku menunjukkan gelagat aneh. Dia sempat bertanya alasan pelaku menghentikan sepeda motornya. Namun, pelaku tidak menjawab. Pelaku yang sudah pasang mupeng (muka pengen) ini pun memaksa korban berhubungan layaknya suami istri di areal persawahan itu.
Karuan saja, korban menolak. Kepalang tanggung, pelaku yang sudah diracuni nafsu setan ini, langsung membekap mulut dan menyingkap rok berwarna abu-abu milik gadis idamannya itu. Terjadilan aksi saling tarik pakaian antara pelaku dan korban, sampai akhirnya rok dan celana itu pun robek.
Dengan sekuat tenaga, pelaku berusaha memperkosa korban. Namun, ketika ada kesempatan (mulutnya terbuka) korban berteriak meminta pertolongan. Beruntung, teriakan korban didengar oleh warga sekitar. Masyarakat setempat pun berlarian ke arah korban yang menangis tersedu-sedu. Pelaku tidak sempat kabur, akhirnya berhasil ditangkap oleh warga.
Massa yang berjumlah banyak sempat memukuli pelaku. Tetapi akhirnya, mereka menyerahkan pelaku ke kantor Polsek Kota Pare. Kepada petugas yang memeriksanya, pelaku mengaku, sangat terobsesi dengan kemolekan tubuh korban. Dia ingin sekali menggauli korban. Tetapi sialnya, belum berhasil merenggut kegadisannya, tertangkap warga.
Sementara Kapolsek Pare, AKP Agus Garbo mengatakan, tersangka Riyadi masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Karena kasusnya asusila, pihaknya berniat melimpahkan ke Unit PPA Polres Kediri. Mantan Kapolsek Semen itu menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi, pelaku sempat memasukkan jarinya ke kemaluan korban. Untuk itu, pihaknya membawa korban ke rumah sakit guna menjalani visum.(bjc/yan)
