www.GarutNews.com
Kabupaten Garut ditetapkan sebagai penghasil terbesar komoditi jagung di Provinsi Jawa Barat, bahkan dipastikan menjadi Kabupaten jagung Jabar, sebagaimana yang selama ini terdapat di Gorontalo.
Kepala "Badan Perencanaan Pembangunan" (Bappeda) setempat, Ir H. Widiyana, CES kepada Garut News, mengemukakan terpilihnya penetapan tersebut, mengemuka pada "Musyarawah Perencanaan Pembangunan" (Musrenbang) Tingkat Provinsi Jawa Barat di Wilayah Priangan Garut, Kamis (29/3).
Pada rangkaian perhelatan itu, Kabupaten Garut terpilih sesuai dengan tematik atau potensi wilayah, sebagai penunjangnya berupa tiga potensi unggulan pengembangan, dengan pasokan bantuan APBD Jabar, katanya.
Ketiga potensi unggulan ini pun, terdiri pengembangan sentra produksi "Sabuk Jagung" Garut melalui program peningkatan produksi bagi pakan ternak, mendapatkan alokasi pendanaan APBD Jabar sekitar Rp3 miliar.
Termasuk pengembangan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan, diantaranya melalui penanganan pasca panen serta pengolahan hasil pertanian berbasis petani jagung.
Industri Kreatif Kulit Garut. Foto : Ist
Kemudian, pengembangan "Usaha Kecil Menengah" (UKM), disetujui pembudidayaan ternak pedaging serta industri kreatif berbahan baku kulit termasuk jagung, mendapat pasokan dana sekitar Rp3 miliar.
Disusul pengembangan industri kreatif lainnya berbasis kulit, peningkatan UKM , menyusul potensi wisata Garut selama ini dikunjungi sekurangnya 2,5 wisatawan, maka pesisir Pantai Rancabuaya dijadikan sebagai "Destimasi" wisata Jabar, yang ditargetkan bisa dijangkau dari Jakarta hanya selama lima jam perjalanan.
Masih diungkapkan Widiyana, kini tengah digarap "Master Plant" serta "DED" 2013 bagi obyek wisata Pantai Rancabuaya.
Sehingga terus dipacu upaya pengembangannya, melalui rehabilitasi sarana dan prasarana obyek maupun potensi wisata di Kabupaten Garut, ujar Widiyana, menambahkan.
Menteri Pertanian, Suswono antara lain didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyelenggarakan panen raya jagung, pada areal seluas 750 hektare, dengan rata-rata produksi 11,6 ton per hektare, di Desa Dangdeur Banyuresmi Garut, Sabtu 25 Pebruari 2012 lalu. *****(John). sumber
Kabupaten Garut ditetapkan sebagai penghasil terbesar komoditi jagung di Provinsi Jawa Barat, bahkan dipastikan menjadi Kabupaten jagung Jabar, sebagaimana yang selama ini terdapat di Gorontalo.
Kepala "Badan Perencanaan Pembangunan" (Bappeda) setempat, Ir H. Widiyana, CES kepada Garut News, mengemukakan terpilihnya penetapan tersebut, mengemuka pada "Musyarawah Perencanaan Pembangunan" (Musrenbang) Tingkat Provinsi Jawa Barat di Wilayah Priangan Garut, Kamis (29/3).
Pada rangkaian perhelatan itu, Kabupaten Garut terpilih sesuai dengan tematik atau potensi wilayah, sebagai penunjangnya berupa tiga potensi unggulan pengembangan, dengan pasokan bantuan APBD Jabar, katanya.
Ketiga potensi unggulan ini pun, terdiri pengembangan sentra produksi "Sabuk Jagung" Garut melalui program peningkatan produksi bagi pakan ternak, mendapatkan alokasi pendanaan APBD Jabar sekitar Rp3 miliar.
Termasuk pengembangan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan, diantaranya melalui penanganan pasca panen serta pengolahan hasil pertanian berbasis petani jagung.
Industri Kreatif Kulit Garut. Foto : Ist
Kemudian, pengembangan "Usaha Kecil Menengah" (UKM), disetujui pembudidayaan ternak pedaging serta industri kreatif berbahan baku kulit termasuk jagung, mendapat pasokan dana sekitar Rp3 miliar.
Disusul pengembangan industri kreatif lainnya berbasis kulit, peningkatan UKM , menyusul potensi wisata Garut selama ini dikunjungi sekurangnya 2,5 wisatawan, maka pesisir Pantai Rancabuaya dijadikan sebagai "Destimasi" wisata Jabar, yang ditargetkan bisa dijangkau dari Jakarta hanya selama lima jam perjalanan.
Masih diungkapkan Widiyana, kini tengah digarap "Master Plant" serta "DED" 2013 bagi obyek wisata Pantai Rancabuaya.
Sehingga terus dipacu upaya pengembangannya, melalui rehabilitasi sarana dan prasarana obyek maupun potensi wisata di Kabupaten Garut, ujar Widiyana, menambahkan.
Menteri Pertanian, Suswono antara lain didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyelenggarakan panen raya jagung, pada areal seluas 750 hektare, dengan rata-rata produksi 11,6 ton per hektare, di Desa Dangdeur Banyuresmi Garut, Sabtu 25 Pebruari 2012 lalu. *****(John). sumber
tentara.nakal 30 Mar, 2012
