Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak kenaikan harga BBM dan tidak diikuti partai lainnya dalam koalisi menunjukkan posisi tawar partai ini sedang melemah.
"Yang terjadi posisi tawar PKS melunak, sementara Golkar yang menguat, ini pengujian SBY mengeluarkan PKS. Itu yang diharapkan PKS," kata pengamat politik dari The Indonesian Institute, Hanta Yuda dalam acara dialog di televisi swasta, Sabtu (31/3) malam.
Hanta juga berkeyakinan Presiden SBY belum punya keberanian besar untuk mengeluarkan PKS dari koalisi. "Sebaliknya saya berharap, PKS itu keluar, sangat kecil," paparnya.
Kata Hanta, keberatan Presiden SBY mengeluarkan PKS berdasarkan hitungan jumlah kekuatan di koalisi sekitar 75 persen. "Kursi PKS sekitar 10 persen, kalau PKS dikeluarkan, kekuatan di koalisi hanya sekitar 65 persen. Sementara Golkar itu kekuatannya 20 persen. Dengan PKS di luar pemerintahan, maka posisi Golkar semakin kuat dan menentukan di koalisi," ujarnya.
Lanjutnya, ketika dalam perjalanan ke depan ada voting dan Partai Golkar tidak mengikuti pemerintah, Partai Demokrat pasti kalah.
[url=http://www.itoday.co.id/politik/6558-cemen-inilah-alasan-sby-tak-berani-keluarkan-pks-dari-koalisi-}SUMBER[/url]
"Yang terjadi posisi tawar PKS melunak, sementara Golkar yang menguat, ini pengujian SBY mengeluarkan PKS. Itu yang diharapkan PKS," kata pengamat politik dari The Indonesian Institute, Hanta Yuda dalam acara dialog di televisi swasta, Sabtu (31/3) malam.
Hanta juga berkeyakinan Presiden SBY belum punya keberanian besar untuk mengeluarkan PKS dari koalisi. "Sebaliknya saya berharap, PKS itu keluar, sangat kecil," paparnya.
Kata Hanta, keberatan Presiden SBY mengeluarkan PKS berdasarkan hitungan jumlah kekuatan di koalisi sekitar 75 persen. "Kursi PKS sekitar 10 persen, kalau PKS dikeluarkan, kekuatan di koalisi hanya sekitar 65 persen. Sementara Golkar itu kekuatannya 20 persen. Dengan PKS di luar pemerintahan, maka posisi Golkar semakin kuat dan menentukan di koalisi," ujarnya.
Lanjutnya, ketika dalam perjalanan ke depan ada voting dan Partai Golkar tidak mengikuti pemerintah, Partai Demokrat pasti kalah.
[url=http://www.itoday.co.id/politik/6558-cemen-inilah-alasan-sby-tak-berani-keluarkan-pks-dari-koalisi-}SUMBER[/url]
tirulec 01 Apr, 2012
