Lima Buah Peluru Timah Mengenai Mahasiswa YAI
JAKARTA--MICOM: Humas KONAMI (Konsolidasi Nasional Aksi Mahasiswa Indonesia), Firmana Tri Andika mengaku menemukan lima buah peluru timah dan juga peluru karet yang sempat mengenai mahasiswa YAI.
"Kami menemukannya di depan kampus UKI. Barang bukti kami pegang, korban juga ada," papar Andika sambil menunjukan barang bukti tersebut kepada wartawan, Jumat (30/3).
Sementara itu di tempat terpisah, para korban yang terkena imbas dari unjuk rasa yang berakhir ricuh kemarin malam sudah dapat diperbolehkan pulang. Sebelumnya, mereka sempat dirawat karena terkena peluru karet dari aparat kepolisian.
Data yang diperoleh Media Indonesia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ada 5 orang mahasiswa dan seorang satpam YAI yang masih menjalani perawatan di RSCM.
Kelima orang yang sudah diperbolehkan pulang, yakni Edwin (37) suami dari salah satu karyawan RSCM, Fikri Gilang Dharmawan (26) mahasiswa YAI, Ignatius Lambok (23) mahasiswa YAI, Krispani (23) mahasiswa Kalimantan Selatan, Ifal (23) mahasiswa Palu. Sedangkan, Rivan Taher (29) Satpam UPI YAI masih menjalani perawatan akibat luka tembak peluru karet yang mengenai pangkal paha kanannya.
"Ya, dia masih menjalani perawatan di RSCM," Dirut RSCM, Akmal Taher saat dihubungi Media Indonesia.
Sedangkan, Kapolsek Senen Kompol Iman Zibua yang sempat dikabarkan dipindahkan ke rumah sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur dibantah oleh Kepala RS Bhayangkara Said Sukamto, Kombes Pol Dokter Agus Priyatno.
Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2...a-Peluru-Timah
JAKARTA--MICOM: Humas KONAMI (Konsolidasi Nasional Aksi Mahasiswa Indonesia), Firmana Tri Andika mengaku menemukan lima buah peluru timah dan juga peluru karet yang sempat mengenai mahasiswa YAI.
"Kami menemukannya di depan kampus UKI. Barang bukti kami pegang, korban juga ada," papar Andika sambil menunjukan barang bukti tersebut kepada wartawan, Jumat (30/3).
Sementara itu di tempat terpisah, para korban yang terkena imbas dari unjuk rasa yang berakhir ricuh kemarin malam sudah dapat diperbolehkan pulang. Sebelumnya, mereka sempat dirawat karena terkena peluru karet dari aparat kepolisian.
Data yang diperoleh Media Indonesia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ada 5 orang mahasiswa dan seorang satpam YAI yang masih menjalani perawatan di RSCM.
Kelima orang yang sudah diperbolehkan pulang, yakni Edwin (37) suami dari salah satu karyawan RSCM, Fikri Gilang Dharmawan (26) mahasiswa YAI, Ignatius Lambok (23) mahasiswa YAI, Krispani (23) mahasiswa Kalimantan Selatan, Ifal (23) mahasiswa Palu. Sedangkan, Rivan Taher (29) Satpam UPI YAI masih menjalani perawatan akibat luka tembak peluru karet yang mengenai pangkal paha kanannya.
"Ya, dia masih menjalani perawatan di RSCM," Dirut RSCM, Akmal Taher saat dihubungi Media Indonesia.
Sedangkan, Kapolsek Senen Kompol Iman Zibua yang sempat dikabarkan dipindahkan ke rumah sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur dibantah oleh Kepala RS Bhayangkara Said Sukamto, Kombes Pol Dokter Agus Priyatno.
Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2...a-Peluru-Timah
rendi p 31 Mar, 2012
