Sumber: http://mediapalu.com/?p=16545
PT Merpati Nusantara Airlines dapat Rp.12.315.221.000,_ Di Kabupaten Tolitoli, namun maskapai penerbangan tertua di negara ini ingkar janji.
Kepala Bandara Udara Sultan Bantilan Tolitoli, Sulaiman mengatakan, PT Merpati usai memenangkan tender bantuan dari APBN, pihak Merpati kerap membatalkan sepihak keberangkatan penumpang pesawat.
" Bandar Udara Sultan Bantilan Tolitoli dapat bantuan anggaran 12.315.221.000, melalui anggaran APBN dari Kementerian Perhubungan, dengan pemenang tender PT. Merpati, akan tetapi masyarakat penguna jasa penerbangan menyesalkan, sebagai pemenang tender tidak melakukan penerbangan dengan alasan armada dalam pemeliharaan, dan pihak Merpati telah menerima uang muka Rp. 2,5 Miliar," demikian dikatakan Sulaiman, baru-baru ini di Tolitoli.
Lanjut sumber yang sama, PT Merpati melakukan perubahan djadwal penerbangan secara sepihak, sesuai kontrak yang sampai dengan bulan maret minimal mencapai 80% , akan tetapi ini hanya mencapai 30%, dan pihak Bandara telah pula melakukan peneguran keras kepada PT. MERPATI sebagai KPA. Yang mana kontrak dimulai Januari sampai dengan Desember 2012, untuk bulan Maret ini yang seharusnya 96 kali penerbangan dari 4 rute, Palu Tolitoli, Palu Buol, Tolitoli Samarinda, Tolitoli Tarakan, dan yang terealisasi hanya 34 kali. Sambungnya, jadi dengan kejadian ini terjadi deviasi minus 64,58% pada Bandara di Tolitoli. Olehnya itu pihak Bandar Udara Sultan Bantilan sudah bertindak dengan melakukan peneguran terhadap PT. MERPATI, dan pula menyurati Direktur Utama PT. MERPATI di Jakarta.
Menurut Sulaiman, merpati diduga keras melakukan manipulasi kontrak perjanjian pelaksanaan.
" Berdasarkan kontrak perjanjian pelaksanaan pelayanan angkutan perintis empat toute di bandara sultan bantilan tolitoli nomor: KU/103/PPK/20/Tli-2012 , yang pelaksanaannya terhitung mulai 30 januari 2012, yang seharusnya sampai dengan saat ini 104 kali penerbangan dari empat route yang dilayani, namun kenyataannya baru 34 kali penerbangan," terangnya.//
PT Merpati Nusantara Airlines dapat Rp.12.315.221.000,_ Di Kabupaten Tolitoli, namun maskapai penerbangan tertua di negara ini ingkar janji.
Kepala Bandara Udara Sultan Bantilan Tolitoli, Sulaiman mengatakan, PT Merpati usai memenangkan tender bantuan dari APBN, pihak Merpati kerap membatalkan sepihak keberangkatan penumpang pesawat.
" Bandar Udara Sultan Bantilan Tolitoli dapat bantuan anggaran 12.315.221.000, melalui anggaran APBN dari Kementerian Perhubungan, dengan pemenang tender PT. Merpati, akan tetapi masyarakat penguna jasa penerbangan menyesalkan, sebagai pemenang tender tidak melakukan penerbangan dengan alasan armada dalam pemeliharaan, dan pihak Merpati telah menerima uang muka Rp. 2,5 Miliar," demikian dikatakan Sulaiman, baru-baru ini di Tolitoli.
Lanjut sumber yang sama, PT Merpati melakukan perubahan djadwal penerbangan secara sepihak, sesuai kontrak yang sampai dengan bulan maret minimal mencapai 80% , akan tetapi ini hanya mencapai 30%, dan pihak Bandara telah pula melakukan peneguran keras kepada PT. MERPATI sebagai KPA. Yang mana kontrak dimulai Januari sampai dengan Desember 2012, untuk bulan Maret ini yang seharusnya 96 kali penerbangan dari 4 rute, Palu Tolitoli, Palu Buol, Tolitoli Samarinda, Tolitoli Tarakan, dan yang terealisasi hanya 34 kali. Sambungnya, jadi dengan kejadian ini terjadi deviasi minus 64,58% pada Bandara di Tolitoli. Olehnya itu pihak Bandar Udara Sultan Bantilan sudah bertindak dengan melakukan peneguran terhadap PT. MERPATI, dan pula menyurati Direktur Utama PT. MERPATI di Jakarta.
Menurut Sulaiman, merpati diduga keras melakukan manipulasi kontrak perjanjian pelaksanaan.
" Berdasarkan kontrak perjanjian pelaksanaan pelayanan angkutan perintis empat toute di bandara sultan bantilan tolitoli nomor: KU/103/PPK/20/Tli-2012 , yang pelaksanaannya terhitung mulai 30 januari 2012, yang seharusnya sampai dengan saat ini 104 kali penerbangan dari empat route yang dilayani, namun kenyataannya baru 34 kali penerbangan," terangnya.//
Pataba 31 Mar, 2012
