Memo – Satu kakinya terikat rantai besi di ranjangnya, bocah lelaki berusia 5 tahun ini, terpanggang kobaran api di kamarnya. Dramatis penyelamatan M Ilham, yang dilakukan warga Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (17/11) siang, dari jilatan si jago merah. Berhasil diselamatkan, api pun dijinakkan warga. Kamar korban luluh lantak, nyaris sekujur kulit tubuh M Ilham melepuh.Tragis nasib bocah laki-laki ini. Senin (17/11) sekitar pukul 11.00, dia sendirian berhadapan dengan api yang membakar kasur kamarnya. Sementara, Suhaefi (40) bapak korban dan tiga saudaranya tidak berada di rumah. Beruntung, Rifki (7) putra Efendi (50) tinggal di sebelah rumah, mengetahui kepulan asap dan api keluar dari jendela kamar korban.
Tak ayal, jeritan adanya api menggema di lingkungan sekitar. Puluhan warga langsung berkerumun berusaha memadamkan api. Melihat kobaran api, seorang warga, Pai (60) berusaha masuk ke rumah. Sekuat tenaga, dia mendobrak pintu dan masuk ke dalam kamar ukuran 3 X 3 m itu.
Pai terkejut melihat api telah membakar ranjang korban. Penuh asap, keterkejutan Pai membuncah saat melihat Ilham terikat rantai besi. Dia pun memakai kain dan menarik rantai hingga terlepas. Tak kurang dari setengah jam kemudian, api berhasil dipadamkan warga.
Naasnya, api telah menjilat tubuh korban. Kaki Ilham yang masih terikat rantai besi melepuh gosong, pinggangnya, sebagian punggung dan kulit wajah Ilham berwarna merah bekas tersambar api. Anehnya, Ilham tidak berlebihan merasakan sakit. Saat berada di UGD RSUD Kanjuruhan, dia mengeluh kedinginan lantaran efek dari salep yang diberikan tim medis di sejumlah luka bakar tubuhnya. Sekurangnya, 40 % lebih tubuhnya dijilat api.
Suhaefi (40) sendiri yang dikenal sebagai tukang becak tengah bekerja saat api membakar rumahnya. Sedangkan, Tursinah, istrinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Saudi Arabia. Tiga orang saudara korban juga tidak berada di rumah, diantaranya Wahyudi (22), Tofik (17) dan Wahyuni (12). “Saya siang tadi di sekolah. Saya tidak tahu kejadiannya. Ibu kerja ke luar negeri. Bapak tukang becak,” cerita Wahyuni yang masih berseragam sekolah menemani adiknya di ruang UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen. “Adik saya ini dari kecil ya kayak gini, ” tutur Wahyuni.
Penyebab terbakarnya kamar diceritakan korban kepada Kapolsek Gondanglegi, Kompol Badriyah. “Korban masih lima tahun, saat kita tanya, dia mengaku membakar obat nyamuk dengan korek api kayu dan mengenai kasur kamarnya,” ungkap Kapolsek Gondanglegi, Kompol Badriyah mendampingi Kapolres Malang, AKBP H Rinto Djatmono saat ditemui di ruang UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen.(oso)
