MEMO — Marno (38) warga Dusun Coban Waru, Desa Watukebek, Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/3) petang, menemukan potongan kaki manusia yang diduga korban mutilasi. Kaki sebelah kiri yang diduga milik seorang perempuan berusia sekitar 30 tahunan ini, terpotong dari pangkal paha.
Saat ditemukan, potongan organ manusia ini sudah dimakan belatung. “Apakah potongan itu karena sengaja dipotong ataukah patah karena terjatuh atau kecelakaan lainnya, kita belum tahu. Kita pun masih menunggu hasil visum dari dokter dulu. Yang jelas, untuk mengungkap ini kita juga akan melakukan penyisiran untuk mencari bagian yang lainnya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tutur, Aipda Wahyudi mendampingi Kapolres Pasuruan, AKBP Syahardiantono.
Penyisiran di sekitar lokasi dilakukan sejak malam kemarin hingga Jumat (1/4). Petugas dibantu dengan warga sekitar mencari mulai dari hulu sampai hilir yaitu dari atas air terjun Coban Waru hingga ke sungai. Tapi pencarian ini belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilakukan lagi esok hari. Kali ini petugas Polsek Tutur juga akan meminta bantuan dari TIM SAR.
Keterangan yang dihimpun, Marno sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan dan juga di pinggiran sungai. Marno mencari sisa-sisa kayu yang terbawa banjir di sungai dekat rumahnya. Di tengah kesibukannya itulah, Marno tidak sengaja menatap sesuatu yang ada di badan sungai. Marno yang sepintas melihat kaki itu, mengira kalau sebuah potongan kayu.
Setelah didekati, Marno kaget bukan kepalang. Terrnyata itu bukan kayu, tapi potongan kaki. Karuan saja Marno terbirit-birit dan diceritakan pada Mohamad Hasan, saudaranya sendiri. Hasan pun kemudian melapor kepada perangkat desa setempat dan diteruskan kepada Polsek Tutur.
Siang kemarin, potongan kaki ini dilarikan ke RSSA Malang untuk dimintakan otopsi. “Kalau melihat bekas potongan kakinya yang di bagian pangkal paha, jelas itu seperti ditarik secara paksa. Otot-ototnya terlihat berserat karena ditarik. Jadi kalau dipotong, tidak ada bekas potongannya,” kata petugas

